Akurat

Sholat Malam Apa Saja? Ini Jenis dan Urutan yang Dianjurkan Lengkap dengan Niatnya

Idham Nur Indrajaya | 22 Februari 2026, 03:57 WIB
Sholat Malam Apa Saja? Ini Jenis dan Urutan yang Dianjurkan Lengkap dengan Niatnya

AKURAT.CO Banyak orang ingin rutin bangun malam untuk beribadah, tetapi sering bingung sholat malam apa saja yang bisa dilakukan dan mana yang sebaiknya didahulukan. Ada yang langsung tahajud, ada yang memulai dengan witir, bahkan ada yang tidak tahu bahwa sholat malam sebenarnya terdiri dari beberapa jenis.

Padahal, memahami susunan sholat malam bisa membantu ibadah terasa lebih terarah dan khusyuk. Selain menjadi waktu paling tenang untuk berdoa, sholat malam juga disebut sebagai ibadah paling utama setelah sholat wajib.

Rasulullah SAW bersabda:

أفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

Artinya: "Sholat yang paling afdal setelah sholat fardu (wajib) adalah sholat malam." (HR Muslim)


Sholat Malam Apa Saja?

Sholat malam adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh. Jenis sholat malam yang umum dilakukan umat Islam antara lain:

  • Sholat sunnah wudu

  • Sholat tobat

  • Sholat hajat

  • Sholat tahajud

  • Sholat witir

Urutan tersebut bukan kewajiban mutlak, tetapi sering dijadikan panduan karena mengikuti praktik ibadah malam yang dianjurkan ulama. Yang terpenting adalah menutup sholat malam dengan witir sebagai penutup ibadah.

Sholat malam juga termasuk bagian dari qiyamullail, yaitu seluruh ibadah yang dilakukan di malam hari seperti sholat, dzikir, dan membaca Al-Qur'an.


Pengertian Sholat Malam dan Waktu Pelaksanaannya

Sholat malam adalah ibadah sunnah yang dilakukan sejak selesai sholat Isya hingga masuk waktu Subuh. Dalam istilah fikih disebut qiyam al-layl, yaitu ibadah yang dikerjakan pada malam hari untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Waktu terbaik untuk sholat malam adalah sepertiga malam terakhir, karena diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda:

عن جابر رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يقول: إنَّ في اللَّيْلِ لَسَاعَةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْألُ الله تَعَالَى خَيْرًا مِنْ أمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، إِلاَّ أعْطَاهُ إيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ. رواه مسلم

Artinya: "Sesungguhnya di waktu malam itu ada satu waktu yang jika seorang Muslim memohon kebaikan kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya. Waktu tersebut ada di setiap malam." (HR Muslim)


Urutan Sholat Malam yang Dianjurkan

Berikut urutan sholat malam yang sering diamalkan umat Islam berdasarkan berbagai sumber fikih.

1. Sholat Sunnah Wudu

Sholat wudu atau syukrul wudu dilakukan setelah seseorang berwudu sebagai bentuk syukur atas kesucian diri sebelum beribadah malam.

Niat sholat wudu:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal uudhu'i rak'ataini lillahi ta'ala.

Artinya: Saya niat sholat sunnah wudu dua rakaat karena Allah taala.


2. Sholat Tobat

Sholat tobat dilakukan untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Ibadah ini biasanya menjadi pembuka sebelum memanjatkan doa-doa lainnya.

Niat sholat tobat:

أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: Saya niat sholat taubat dua raka'at Lillahi taalaa.


3. Sholat Tahajud

Tahajud adalah inti dari sholat malam. Sholat ini dilakukan setelah tidur walaupun hanya sebentar.

Niat sholat tahajud:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatat tahajjudi rak'ataini lillâhi ta'âlâ

Artinya: Aku menyengaja sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah semata.

Jumlah rakaat minimal adalah dua rakaat dan bisa dilakukan sesuai kemampuan.


4. Sholat Hajat

Sholat hajat dilakukan ketika seseorang memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu yang ingin dikabulkan oleh Allah.

Niat sholat hajat:

اُصَليْ سُنةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatal haajati rok'ataini lillaahi ta'aala.

Artinya: Saya sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah taala.

Sholat ini biasanya diiringi doa khusus setelah selesai sholat.


5. Sholat Witir (Penutup Sholat Malam)

Witir adalah sholat malam dengan jumlah rakaat ganjil dan menjadi penutup seluruh ibadah malam.

Niat sholat witir:

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatan minal witri rak'atan lillahi ta'âlâ.

Artinya: Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah taala.

Witir bisa dilakukan 1, 3, atau 5 rakaat, tetapi yang paling umum adalah 3 rakaat.


Tidak Harus Selalu Lengkap

Banyak orang mengira semua sholat malam harus dilakukan sekaligus. Padahal tidak demikian.

Jika hanya mampu tahajud dua rakaat dan witir satu rakaat, itu sudah termasuk sholat malam yang sempurna secara syariat.

Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan memulai sholat malam dengan dua rakaat ringan:

"Jika salah satu di antara kalian melakukan sholat malam, hendaknya memulainya dengan dua rakaat yang ringan." (HR Abu Daud dan Ahmad)

Artinya kualitas lebih penting daripada banyaknya rakaat.


Contoh Praktik Sholat Malam yang Realistis

Bayangkan seseorang yang harus bekerja pagi hari dan hanya punya waktu 20 menit sebelum Subuh.

Ia bisa melakukan:

  • 2 rakaat tahajud

  • 2 rakaat hajat

  • 1 rakaat witir

Total hanya 5 rakaat, tetapi sudah termasuk qiyamullail yang lengkap.

Sebaliknya, mahasiswa atau pekerja shift malam mungkin bisa melaksanakan:

  • Sholat wudu

  • Tahajud 4 rakaat

  • Hajat 2 rakaat

  • Witir 3 rakaat

Tidak ada batasan yang kaku selama dilakukan dengan niat ibadah.


Kenapa Sholat Malam Sangat Dianjurkan?

Sholat malam memiliki kedudukan khusus karena dilakukan saat kebanyakan manusia tertidur. Ini menjadi tanda kesungguhan seseorang dalam beribadah.

Sholat malam juga sering menjadi titik balik spiritual banyak orang. Bukan karena jumlah rakaatnya, tetapi karena konsistensinya.

Di tengah kehidupan yang serba cepat, sholat malam justru menjadi ruang sunyi yang sulit ditemukan di siang hari.


Doa Setelah Sholat Malam

Berikut doa yang sering dibaca setelah sholat malam atau tahajud:

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Allāhumma rabbanā lakal ḥamd. Anta qayyimus samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna.
Wa lakal ḥamd anta malikus samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna.
Wa lakal ḥamd anta nūrus samāwāti wal-arḍi wa man fīhinna.
Wa lakal ḥamd antal ḥaqq. Wa wa‘dukal ḥaqq. Wa liqā’uka ḥaqq. Wa qauluka ḥaqq. Wal-jannatu ḥaqq. Wan-nāru ḥaqq. Wan-nabiyyūna ḥaqq. Wa Muḥammadun ṣallallāhu ‘alaihi wasallama ḥaqq. Was-sā‘atu ḥaqq.

Allāhumma laka aslamtu wa bika āmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khāṣamtu wa ilaika ḥākamtu. Faghfir lī mā qaddamtu wa mā akhkhartu wa mā asrartu wa mā a‘lantu wa mā anta a‘lamu bihi minnī. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru lā ilāha illā anta. Wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.

"Ya Allah Tuhan kami, segala puji bagi-Mu. Engkau penegak langit dan bumi serta semua makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit dan bumi serta semua makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit dan bumi serta semua makhluk di dalamnya.

Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu benar. Firman-Mu benar. Surga itu benar. Neraka itu benar. Para nabi itu benar. Nabi Muhammad ﷺ itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan pertolongan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku memohon keputusan.

Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku lakukan terang-terangan, serta dosa yang lebih Engkau ketahui daripada aku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."


Sholat Malam Bukan Soal Banyaknya Rakaat

Yang sering membuat orang menunda sholat malam bukan malas, tetapi merasa harus sempurna dulu. Harus panjang, harus lengkap, harus seperti ulama.

Padahal sholat malam bisa dimulai dari dua rakaat sederhana di tengah kelelahan hari kerja.

Barangkali yang paling sulit bukan bangun malamnya, tetapi menjaga niat agar tetap hidup dari hari ke hari.

Mungkin pertanyaannya bukan lagi sholat malam apa saja yang harus dilakukan, tetapi kapan kita siap memulainya.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Idulfitri Sendiri di Rumah, Lengkap dengan Niat dan Bacaan

Baca Juga: Pahala Sholat Tarawih bagi yang Tidak Sempurna Wudhunya: Sah atau Terancam Gugur?

FAQ Seputar Sholat Malam

Apa saja sholat malam yang bisa dikerjakan?

Sholat malam terdiri dari beberapa jenis sholat sunnah yang dilakukan setelah Isya hingga sebelum Subuh. Beberapa jenis sholat malam yang umum dilakukan adalah sholat sunnah wudu, sholat tobat, sholat hajat, sholat tahajud, dan sholat witir. Selain itu, umat Islam juga bisa melakukan sholat sunnah mutlak atau qiyamullail sesuai kemampuan, karena tidak ada batasan tertentu dalam melaksanakan ibadah malam.

Apakah sholat malam harus berurutan dari awal sampai akhir?

Urutan sholat malam sebenarnya tidak wajib dilakukan secara lengkap atau berurutan. Seorang Muslim boleh langsung mengerjakan sholat tahajud dan witir tanpa harus melakukan sholat sunnah lainnya. Yang paling penting dalam sholat malam adalah keikhlasan dan menjadikan witir sebagai penutup ibadah malam jika memungkinkan.

Kapan waktu terbaik mengerjakan sholat malam?

Waktu sholat malam dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Namun waktu terbaik sholat malam adalah sepertiga malam terakhir, karena pada waktu tersebut doa lebih mudah dikabulkan dan suasana lebih tenang untuk beribadah. Banyak ulama menyebut waktu ini sebagai saat paling utama untuk melaksanakan tahajud dan berdoa.

Apakah boleh sholat malam tanpa tidur terlebih dahulu?

Sholat malam tetap sah dilakukan tanpa tidur terlebih dahulu karena termasuk qiyamullail. Namun jika seseorang ingin melaksanakan sholat tahajud secara khusus, maka dianjurkan untuk tidur terlebih dahulu meskipun hanya sebentar. Jika tidak tidur, sholat tersebut tetap bernilai sholat malam tetapi biasanya disebut sholat sunnah biasa atau qiyamullail.

Berapa rakaat minimal sholat malam?

Jumlah rakaat sholat malam tidak memiliki batas maksimal dan bisa disesuaikan dengan kemampuan. Minimal sholat malam adalah dua rakaat, kemudian dianjurkan ditutup dengan sholat witir satu atau tiga rakaat. Bahkan dua rakaat tahajud dan satu rakaat witir sudah termasuk ibadah malam yang sempurna secara syariat.

Apakah sholat witir wajib dilakukan setelah sholat malam?

Sholat witir tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan sebagai penutup sholat malam. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam menjadikan witir sebagai sholat terakhir di malam hari, baik setelah tahajud maupun setelah tarawih di bulan Ramadan. Karena itu banyak ulama menyarankan agar sholat witir tidak ditinggalkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.