Akurat

Panduan Lengkap Sholat Qadha: Pengertian, Hukum, dan Cara Melaksanakan

Ratu Tiara | 19 Desember 2025, 09:44 WIB
Panduan Lengkap Sholat Qadha: Pengertian, Hukum, dan Cara Melaksanakan

AKURAT.CO Dalam ajaran Islam, setiap ibadah memiliki waktu dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun, terkadang seseorang bisa meninggalkan kewajiban ibadahnya karena alasan tertentu yang dibenarkan syariat.

Dalam kondisi seperti ini, konsep qadha menjadi penting untuk dipahami dan dilaksanakan.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Jamak Taqdim dan Takhir Dzuhur dan Ashar Lengkap dengan Niatnya

Apa Itu Qadha?

Secara bahasa, qadha (قَضَاء) berarti “menyelesaikan” atau “mengganti.”

Dalam konteks ibadah, qadha berarti mengganti ibadah wajib yang tertinggal pada waktu yang telah ditentukan. Contohnya seperti mengganti sholat wajib yang terlewat, puasa Ramadan yang tidak dikerjakan, atau ibadah wajib lainnya.

Menurut Kementerian Agama RI, qadha wajib dilakukan oleh setiap muslim yang meninggalkan ibadah wajib karena udzur syar’i atau alasan yang dibenarkan syariat, seperti sakit, haid, nifas, atau safar (bepergian jauh).

Sementara meninggalkan ibadah tanpa alasan tetap mewajibkan qadha dan disertai taubat.

Baca Juga: Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Dalil Tentang Kewajiban Qadha

Dasar hukum qadha dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا، لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ

“Barang siapa yang tertidur atau lupa melaksanakan salat, maka hendaklah ia melakukannya ketika ia ingat, karena tidak ada kafarah selain itu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kewajiban sholat tetap berlaku, dan seseorang harus menggantinya begitu dia sadar atau ingat kembali.

Cara Melakukan Qadha

1. Menentukan Ibadah yang Harus Diganti

Pastikan ibadah yang tertinggal, baik sholat, puasa, atau ibadah wajib lainnya.

2. Niat Sholat Qadha yang Benar

Niat menjadi syarat sah ibadah. Untuk qadha, niatkan secara khusus bahwa ibadah tersebut adalah pengganti dari yang tertinggal.

Contoh niat sholat qadha:

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ قَضَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى

(Ushalli fardha al-zhuhri qadhaa’an lillahi ta‘ala)

“Aku niat sholat Zuhur qadha karena Allah Ta‘ala.”

3. Segera Melaksanakan Qadha

Disunahkan segera mengganti ibadah yang tertinggal setelah halangan atau uzur selesai, tanpa menundanya lagi.

4. Tertib dan Konsisten

Jika ibadah yang tertinggal banyak, disarankan menggantinya secara bertahap dan teratur agar tidak terbebani.

Qadha Saat Puasa Ramadan

Untuk puasa Ramadan, qadha dilakukan sebanyak hari yang ditinggalkan.

Waktunya fleksibel hingga sebelum datang Ramadan berikutnya. Namun, bagi yang tidak mampu menggantinya karena sakit kronis atau usia lanjut, diperbolehkan menggantinya dengan membayar fidyah sesuai ketentuan syariat.

Hikmah di Balik Qadha

Melaksanakan qadha menunjukkan rasa tanggung jawab spiritual seorang muslim terhadap kewajiban ibadahnya.

Selain itu, qadha mengajarkan kedisiplinan, keikhlasan, dan kesungguhan dalam memperbaiki diri.

Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.

(HR. Bukhari)

Qadha merupakan bukti ketaatan dan tanggung jawab seorang muslim dalam menjaga ibadahnya.

Dengan melaksanakan qadha sesuai tuntunan syariat, seorang hamba menunjukkan kesungguhan dalam memperbaiki kekurangan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Nadira Maia Arziki (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R