AKURAT.CO Sholat sunnah rawatib menjadi amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menyempurnakan ibadah wajib. Salah satunya adalah sholat qobliyah dan ba’diyah Isya yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat Isya. Meski hukumnya sunnah, ibadah ini memiliki keutamaan besar dan menjadi pelengkap bagi kekurangan dalam sholat fardhu. Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan, penting bagi umat Muslim untuk mengetahui bacaan niat dan tata cara sholat sunnah ini.
Keutamaan Sholat Qobliyah dan Ba’diyah Isya
Sholat qobliyah Isya dikerjakan sebelum sholat Isya, sedangkan sholat ba’diyah Isya dilakukan setelah sholat Isya. Keduanya termasuk sholat sunnah rawatib muakkad, yakni sholat sunnah yang dianjurkan secara kuat dan memiliki waktu tertentu. Jumlah rakaatnya masing-masing dua rakaat, sama seperti sholat sunnah rawatib lainnya.
Meski tidak diwajibkan, sholat qobliyah dan ba’diyah Isya menjadi penyempurna ibadah yang mungkin kurang sempurna. Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seorang hamba Allah SWT sholat demi Allah SWT 12 rakaat (sunnah) setiap hari, sebelum dan setelah sholat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga. Aku tidak pernah absen melakukannya, sejak mendengarnya dari Rasulullah SAW.” (HR Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa sholat sunnah rawatib, termasuk qobliyah dan ba’diyah Isya, membawa keutamaan besar bagi yang rutin mengamalkannya.
Bacaan Niat Sholat Qobliyah Isya
Sebelum melaksanakan sholat qobliyah Isya, niat bisa dibaca dalam hati atau dilafalkan. Berikut bacaan niat sholat sunnah sebelum Isya:
Arab:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatal 'isyaa-i rak'ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Artinya:
“Aku niat melakukan sholat sunnah sebelum Isya dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”
Alternatif bacaan niat yang lebih ringkas juga bisa digunakan:
Arab:
أَصَلَّى سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْن قَبْلِيَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usolli sunnatal 'isya'i rak'ataini qabliyatan lillaahi ta'ala.
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah sebelum Isya dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Sholat Ba’diyah Isya
Untuk sholat sunnah sesudah Isya, berikut bacaan niat yang dapat diamalkan:
Arab:
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatal 'isyaa-i rak'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'ala.
Artinya:
“Aku niat melakukan sholat sunnah sesudah Isya dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Sholat Qobliyah dan Ba’diyah Isya
Pelaksanaan sholat qobliyah dan ba’diyah Isya pada dasarnya sama seperti sholat dua rakaat lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada niatnya. Berikut urutan pelaksanaannya:
-
Berdiri tegak menghadap kiblat sambil membaca niat dalam hati.
-
Takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah (disunnahkan).
-
Membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat pendek Al-Qur’an.
-
Melakukan ruku’ dan i’tidal.
-
Melanjutkan dengan sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
-
Bangkit untuk rakaat kedua dan mengulangi bacaan seperti rakaat pertama.
-
Duduk tasyahud akhir dan menutup sholat dengan salam.
Rincian tata cara ini berlaku baik untuk sholat qobliyah maupun ba’diyah Isya.
Tempat Pelaksanaan yang Dianjurkan
Sholat sunnah rawatib, termasuk qobliyah dan ba’diyah Isya, lebih utama dikerjakan di rumah. Rasulullah SAW bersabda:
“Jadikanlah sholat (sunnah) kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR Bukhari)
Beliau juga menegaskan, “Sebaik-baik sholat seseorang adalah sholat di rumahnya kecuali sholat wajib.”
Hal ini bertujuan agar rumah senantiasa hidup dengan ibadah dan jauh dari kesan sepi seperti kuburan.
Jumlah Rakaat Sholat Sunnah Rawatib
Secara keseluruhan, sholat sunnah rawatib berjumlah 22 rakaat jika dihitung dari seluruh waktu sholat fardhu. Namun dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menganjurkan 12 rakaat bagi mereka yang ingin memperoleh keutamaan rumah di surga. Rakaat ini mencakup sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat fardhu, termasuk qobliyah dan ba’diyah Isya.
Kesimpulan
Sholat qobliyah dan ba’diyah Isya merupakan amalan sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Dengan niat yang tulus dan tata cara yang sesuai, ibadah ini menjadi penyempurna sholat wajib dan membawa keutamaan besar, termasuk janji rumah di surga bagi yang istiqamah melaksanakannya.
Bagi yang memiliki waktu dan kesempatan, melaksanakan sholat sunnah ini baik di rumah maupun di masjid menjadi bentuk kecintaan kepada Allah SWT sekaligus menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.
Baca Juga: Doa Sholat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Baca Juga: Panduan Lengkap Sholat Tasbih: Sholat Sunah Penghapus Dosa yang Jarang Diketahui
FAQ
1. Apa itu sholat qobliyah dan ba’diyah Isya?
Sholat qobliyah Isya adalah sholat sunnah yang dilakukan sebelum sholat Isya, sedangkan ba’diyah Isya adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah sholat Isya. Keduanya termasuk sholat sunnah rawatib muakkad yang dianjurkan Rasulullah SAW.
2. Berapa jumlah rakaat sholat qobliyah dan ba’diyah Isya?
Masing-masing dikerjakan dua rakaat, sama seperti sholat sunnah rawatib lainnya.
3. Apakah niat sholat qobliyah dan ba’diyah Isya harus dilafalkan?
Tidak wajib dilafalkan. Cukup berniat dalam hati sudah sah. Namun, melafalkan niat diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesadaran ibadah.
4. Bagaimana bacaan niat sholat qobliyah Isya?
Bacaan niatnya adalah:
“Ushalli sunnatal 'isyaa-i rak'ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.”
Artinya: “Aku niat melakukan sholat sunnah sebelum Isya dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”
5. Bagaimana bacaan niat sholat ba’diyah Isya?
Bacaan niatnya adalah:
“Ushalli sunnatal 'isyaa-i rak'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.”
Artinya: “Aku niat melakukan sholat sunnah sesudah Isya dua rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.”
6. Bagaimana tata cara sholat qobliyah dan ba’diyah Isya?
Tata caranya sama seperti sholat dua rakaat pada umumnya: niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, dan diakhiri dengan tasyahud akhir serta salam.
7. Di mana sebaiknya sholat qobliyah dan ba’diyah Isya dikerjakan?
Sebaiknya dikerjakan di rumah sebagaimana dianjurkan Rasulullah SAW agar rumah tidak kosong dari ibadah. Namun, jika dilakukan di masjid tetap diperbolehkan.
8. Apakah sholat qobliyah dan ba’diyah Isya boleh dilakukan berjamaah?
Sholat sunnah rawatib, termasuk qobliyah dan ba’diyah Isya, dianjurkan untuk dilakukan secara sendiri (munfarid), bukan berjamaah.
9. Apa keutamaan melaksanakan sholat qobliyah dan ba’diyah Isya?
Melaksanakan sholat sunnah rawatib, termasuk qobliyah dan ba’diyah Isya, menjadi penyempurna sholat fardhu dan mendatangkan pahala besar. Rasulullah SAW menjanjikan rumah di surga bagi mereka yang rutin mengerjakan 12 rakaat sunnah rawatib setiap hari.
10. Apakah sholat qobliyah dan ba’diyah Isya bisa digabung dengan sholat sunnah lain?
Bisa dilakukan beriringan dengan sholat sunnah lain seperti tahiyatul masjid, tetapi setiap sholat tetap memiliki niat masing-masing dan sebaiknya dikerjakan secara terpisah untuk menjaga kesempurnaan ibadah.