Doa untuk Negeri agar Dijauhkan dari Pemimpin yang Zalim

AKURAT.CO Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa kerusakan sebuah negeri sering kali bermula dari kepemimpinan yang buruk.
Pemimpin yang zalim dapat menjerumuskan bangsa ke dalam jurang kehancuran. Kekuasaan yang seharusnya menjadi amanah dan jalan untuk menegakkan keadilan justru berubah menjadi alat penindasan.
Dalam kondisi demikian, doa menjadi ikhtiar ruhani untuk memohon agar Allah menjaga negeri ini dari pemimpin yang zalim, sekaligus menganugerahkan pemimpin yang adil, bijaksana, dan berpihak pada rakyat.
Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah yang sangat berat. Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.
Karena itu, seorang pemimpin yang lalai dan zalim tidak hanya menanggung akibat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi rakyat yang dipimpinnya.
Oleh sebab itu, doa agar negeri dijauhkan dari pemimpin zalim bukanlah bentuk pesimisme, melainkan ikhtiar spiritual agar Allah menurunkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada umat.
Baca Juga: Doa untuk Negeri agar Dijauhkan dari Perpecahan dan Kekacauan
Doa yang bisa dipanjatkan adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ وُلَاةِ الْجَوْرِ وَسُوءِ الْأَئِمَّةِ، وَنَسْأَلُكَ وُلَاةَ عَدْلٍ رُحَمَاءَ يَهْدُونَا بِالْحَقِّ وَيَحْكُمُونَا بِالْعَدْلِ.
Artinya: Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari para penguasa yang zalim dan pemimpin yang buruk. Kami memohon kepada-Mu pemimpin yang adil dan penuh kasih sayang, yang menuntun kami dengan kebenaran dan memimpin kami dengan keadilan.
Doa ini mengandung permohonan ganda: pertama, agar Allah menjauhkan negeri dari kezaliman para pemimpin yang salah arah; kedua, agar Allah menganugerahkan pemimpin yang mampu membawa keadilan dan rahmat bagi rakyatnya. Sebab keadilan pemimpin adalah tiang utama yang menjaga keseimbangan masyarakat.
Selain itu, doa lain yang juga relevan dibaca agar Allah melindungi dari kezaliman para penguasa adalah:
اللَّهُمَّ مَن وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ.
Artinya: Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku lalu ia menyulitkan mereka, maka timpakanlah kesulitan kepadanya. Dan siapa saja yang mengurus urusan umatku lalu ia memperlakukan mereka dengan lemah lembut, maka perlakukanlah ia dengan kelembutan-Mu.
Hadis ini menunjukkan bahwa doa umat sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan kepemimpinan. Ketika rakyat mendoakan kebaikan, maka pemimpin akan dipermudah dalam keadilannya. Namun, jika rakyat terzalimi dan berdoa atas kezaliman itu, maka Allah sendiri yang akan mengambil alih urusannya.
Doa-doa semacam ini penting dibaca dalam konteks bangsa yang sedang menghadapi banyak tantangan. Zalimnya pemimpin bukan hanya soal hukum yang tidak adil, melainkan juga sikap abai terhadap penderitaan rakyat, korupsi yang merugikan masyarakat, hingga keputusan-keputusan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu.
Baca Juga: Doa untuk Keselamatan Negeri dari Para Koruptor dan Pejabat Rakus
Semua itu adalah bentuk-bentuk kezaliman yang bisa meruntuhkan kepercayaan rakyat dan melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa.
Maka, doa ini bukan hanya pengharapan, melainkan juga pengingat agar setiap individu berperan dalam memilih, mendukung, dan mengawal kepemimpinan yang adil. Doa dan usaha harus berjalan beriringan.
Ketika masyarakat konsisten berdoa memohon pemimpin yang baik sekaligus berjuang menegakkan nilai keadilan, maka insyaAllah Allah akan menganugerahkan negeri ini pemimpin yang membawa keberkahan, bukan kezaliman.
Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










