Doa untuk Negeri dalam Al-Qur'an, Agar Aman dan Dijauhkan dari Perpecahan

AKURAT.CO Setiap bangsa mendambakan kehidupan yang tenteram, damai, dan sejahtera. Bangsa yang kuat tidak hanya dibangun dengan fondasi ekonomi dan politik, melainkan juga dengan spiritualitas dan doa dari rakyatnya.
Dalam Islam, doa untuk negeri merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang mukmin. Al-Qur’an memberikan tuntunan bagaimana seharusnya manusia berdoa agar sebuah negeri senantiasa aman, dijauhkan dari perpecahan, dan diberkahi oleh Allah.
Salah satu doa yang masyhur tercatat dalam kisah Nabi Ibrahim ketika beliau mendoakan tanah Mekah. Doa ini tidak hanya berisi permohonan keamanan, tetapi juga kelapangan rezeki bagi para penduduknya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.'" (QS. Al-Baqarah: 126).
Baca Juga: Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa, Staf DPRD Lompat dari Lantai 4
Doa Nabi Ibrahim ini menunjukkan bahwa keamanan sebuah negeri adalah nikmat yang tidak ternilai. Negeri yang aman akan memungkinkan tumbuhnya kehidupan sosial, politik, dan ekonomi dengan stabil.
Sebaliknya, ketika perpecahan dan konflik melanda, semua aspek kehidupan bisa hancur dalam sekejap. Karena itu, doa untuk kedamaian negeri menjadi fondasi penting bagi sebuah peradaban.
Selain itu, Nabi Ibrahim kembali memanjatkan doa serupa dalam ayat lain, kali ini dengan penekanan pada keselamatan generasi:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa: 'Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.'" (QS. Ibrahim: 35).
Dalam doa ini, keamanan tidak hanya dipahami sebagai terbebas dari ancaman fisik, tetapi juga aman secara akidah, terjaga dari penyimpangan yang bisa merusak persatuan umat.
Pesan ini sangat relevan untuk bangsa mana pun, termasuk Indonesia, yang berdiri di atas keragaman suku, budaya, dan agama. Aman dari perpecahan berarti juga aman dalam menjaga nilai-nilai persatuan.
Doa berikutnya dapat ditemukan dalam Al-Qur’an ketika Allah mengingatkan betapa nikmat keamanan patut disyukuri. Allah berfirman tentang penduduk sebuah negeri yang diberi rasa aman dan kecukupan:
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا قَرْيَةًۭ كَانَتْ ءَامِنَةًۭ مُّطْمَئِنَّةًۭ يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًۭا مِّن كُلِّ مَكَانٍۢ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَاقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ
"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezekinya datang melimpah dari segenap tempat. Tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl: 112).
Ayat ini mengingatkan bahwa keamanan dan kesejahteraan bisa hilang jika manusia lupa bersyukur dan tidak menjaga moralitas kolektif. Dengan demikian, doa harus diiringi dengan tindakan nyata menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan menjauhi perbuatan yang merusak tatanan sosial.
Baca Juga: Tiga Orang Tewas dalam Pembakaran Gedung DPRD Makassar
Dari ayat-ayat tersebut, jelas bahwa doa untuk negeri bukanlah sekadar ucapan lisan. Ia merupakan komitmen spiritual untuk menghadirkan keamanan, persatuan, serta kesejahteraan.
Setiap warga negara, terutama umat Islam, diajak untuk senantiasa memanjatkan doa agar negeri ini selalu dalam lindungan Allah, dijauhkan dari perpecahan, dan diberkahi dengan kemakmuran.
Doa untuk negeri bukan hanya tanggung jawab pemimpin, melainkan juga rakyat biasa. Dengan doa, manusia menyadari keterbatasannya, sekaligus menyerahkan masa depan bangsa kepada Sang Pencipta.
Namun, doa juga menuntut pengamalan nyata: menjaga kerukunan, menolak kebencian, serta membangun kehidupan yang adil dan beradab.
Dengan semangat inilah, doa untuk negeri dalam Al-Qur’an menjadi inspirasi bagi setiap generasi agar Indonesia senantiasa aman, damai, dan dijauhkan dari segala bentuk perpecahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










