Akurat

Doa Agar Lolos Seleksi PPPK, Insya Allah Manjur

Fajar Rizky Ramadhan | 2 Juli 2025, 20:02 WIB
Doa Agar Lolos Seleksi PPPK, Insya Allah Manjur

AKURAT.CO Menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan impian banyak orang, terutama para guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh agama yang telah lama mengabdi.

Seleksi PPPK menjadi momentum penting dalam menentukan arah masa depan karier dan kehidupan.

Oleh karena itu, persiapan bukan hanya sebatas pada aspek akademik dan administrasi, tetapi juga memerlukan kekuatan spiritual berupa doa dan tawakal kepada Allah SWT.

Dalam Islam, usaha dan doa merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Usaha adalah bentuk ikhtiar lahir, sementara doa adalah ikhtiar batin yang menghubungkan manusia dengan Rabb-nya.

Doa bukan hanya sebatas permintaan, melainkan wujud pengakuan atas kelemahan diri dan kebergantungan mutlak kepada Allah, Sang Pengatur segalanya.

Salah satu doa yang dapat diamalkan oleh calon peserta seleksi PPPK agar diberikan kelancaran, kemudahan, dan hasil terbaik adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkau dapat menjadikan kesulitan itu mudah jika Engkau menghendaki." (HR. Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani)

Baca Juga: Ucapan Ulang Tahun Islami Penuh Doa dan Makna

Doa ini sangat relevan untuk dibaca ketika seseorang merasa gugup, menghadapi ujian, atau menghadapi tantangan seperti seleksi PPPK. Ia adalah bentuk permohonan kepada Allah agar jalan yang dilalui menjadi mudah, bahkan ketika nampak sulit di mata manusia.

Selain itu, memohon keberhasilan juga dapat diperkuat dengan doa Nabi Musa AS saat beliau hendak menghadapi Fir’aun. Doa tersebut sering dijadikan wirid oleh para penuntut ilmu dan pencari pekerjaan:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي. وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي. يَفْقَهُوا قَوْلِي

Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Agar mereka memahami perkataanku."
(QS. Thaha: 25–28)

Doa ini menggambarkan permohonan akan kelapangan hati, kelancaran proses, dan kemampuan komunikasi—tiga aspek penting dalam menghadapi ujian atau wawancara seleksi PPPK. Ayat ini mengajarkan bahwa tidak hanya hasil yang perlu dimohonkan, tapi juga kelancaran dalam prosesnya.

Tentu saja, doa tanpa amal adalah harapan kosong. Oleh sebab itu, setiap muslim yang ingin berhasil dalam seleksi PPPK harus tetap memperhatikan usaha maksimal: mempersiapkan diri dengan belajar, mengikuti simulasi ujian, memperbanyak latihan soal, serta menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'"
(QS. Ghafir: 60)

Janji Allah ini menjadi penguat bahwa tidak ada doa yang sia-sia. Semua doa didengar, dan akan dijawab dengan cara terbaik oleh Allah, entah itu langsung dikabulkan, ditangguhkan, atau digantikan dengan yang lebih baik. Maka jangan pernah lelah berdoa, termasuk dalam menghadapi seleksi PPPK.

Baca Juga: Ini Syarat PPPK Kejaksaan 2025 dan Jadwal Pendaftaran Resmi, Cek Sekarang!

Dengan mengamalkan doa-doa di atas dan tetap berserah diri kepada Allah SWT, hati akan lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan langkah menjadi lebih mantap. Seleksi bukan hanya soal kelulusan, tetapi juga tentang bagaimana kita menumbuhkan nilai-nilai tawakal, sabar, dan syukur dalam setiap prosesnya.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik bagi siapa saja yang sedang berjuang dalam seleksi PPPK. Jangan lupa, iringi setiap usaha dengan doa dan perbanyak istighfar serta sedekah. Karena barangkali, pertolongan Allah datang dari arah yang tak pernah kita duga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.