Akurat

Niat Puasa Ramadhan: Panduan Lengkap Bacaan, Waktu, dan Tata Caranya

Herry Supriyatna | 28 Februari 2025, 22:15 WIB
Niat Puasa Ramadhan: Panduan Lengkap Bacaan, Waktu, dan Tata Caranya

AKURAT.CO Niat Puasa Ramadhan adalah syarat utama yang menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa.

Setiap Muslim yang hendak berpuasa wajib menetapkan niatnya sebelum waktu Subuh, baik di dalam hati maupun dengan melafalkannya secara lisan.

Tanpa niat, puasa yang dijalankan bisa dianggap tidak sah.

Oleh karena itu, memahami bacaan, waktu, dan tata cara niat puasa Ramadhan menjadi hal penting agar ibadah berlangsung dengan sempurna.

Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadhan

Dalam Islam, niat memegang peran utama dalam setiap ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari & Muslim)

Baca Juga: Ketua Komisi X DPR Desak Pemerintah Penuhi Hak Tukin Dosen PTN Secara Adil

Mazhab Syafi’i menegaskan bahwa niat harus ada dalam hati sebagai bentuk kesadaran penuh untuk menjalankan ibadah.

Meskipun mengucapkan niat secara lisan bukanlah kewajiban, tetapi sangat dianjurkan untuk menegaskan tekad dalam menjalankan puasa.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Berikut adalah bacaan niat puasa Ramadhan yang umum diamalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla.

Artinya:

"Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."

Menurut Kementerian Agama, niat dalam hati adalah kewajiban, sementara mengucapkannya secara lisan hukumnya sunnah.

Oleh karena itu, meskipun tidak diucapkan, niat tetap harus ada dalam hati sebelum menjalankan puasa.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berniat?

Mayoritas ulama, termasuk dalam mazhab Syafi’i, berpendapat bahwa niat puasa wajib harus dilakukan di malam hari sebelum waktu Subuh. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:

"Barang siapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka puasanya tidak sah." (HR. Ad-Daruquthni & Al-Baihaqi)

Namun, sebagian ulama menyebutkan bahwa jika seseorang sudah makan sahur dengan kesadaran bahwa ia akan berpuasa, maka hal itu sudah dianggap sebagai niat.

Baca Juga: Mahasiswa IHC STIKes Pertamedika Siap Terjun ke Lapangan, Gelar Ucap Janji Kepaniteraan

Tata Cara Berpuasa Ramadhan

Agar puasa yang dijalankan semakin sempurna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Berniat Sebelum Subuh

Niat harus dilakukan sebelum fajar, baik dalam hati maupun secara lisan.

2. Melaksanakan Sahur

Makan sahur sangat dianjurkan karena membawa keberkahan, terutama jika dilakukan mendekati waktu Subuh.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti berkata buruk, marah, atau melakukan perbuatan yang dilarang dalam Islam.

4. Memperbanyak Ibadah

Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, berzikir, dan memperbanyak doa.

5. Menyegerakan Berbuka

Saat adzan Magrib berkumandang, disunnahkan untuk segera berbuka dengan kurma atau makanan manis lainnya sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Niat puasa Ramadhan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan syarat utama sahnya ibadah puasa. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk berniat dengan penuh kesadaran sebelum Subuh.

Selain itu, memahami tata cara berpuasa dengan benar akan membuat ibadah Ramadhan semakin bermakna dan penuh berkah. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalankan puasa dengan baik dan diterima oleh Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.