3 Simpanan Berharga yang Harus Dimiliki Umat Muslim untuk Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

AKURAT.CO Dalam kehidupan yang penuh dinamika ini, setiap individu pasti menghadapi berbagai tantangan, baik dalam urusan duniawi maupun spiritual. Salah satunya mempersiapkan bekal akhirat merupakan tugas yang tidak bisa diabaikan.
Ustaz Chabib Rochmatullah, mengingatkan tentang pentingnya memiliki tiga "simpanan berharga" yang dapat menjadi kunci menuju kebahagiaan dunia dan akhirat khususnya bagi umat muslim.
Baca Juga: 3 Doa Keberkahan untuk Keluarga, Amalkan untuk Ciptakan Kebahagiaan
Mengacu pada hadis Nabi Muhammad SAW, Ustaz Chabib menjelaskan bahwa setiap muslim hendaknya memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir, dan pasangan hidup yang beriman. Dalam hadis tersebut disebutkan:
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ
“Hendaknya salah seorang dari kalian mengambil harta simpanan berupa hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir dan istri mukminah yang menolong salah seorang dari kalian dalam urusan akhiratnya.” (HR. Ibnu Majah)
Berikut penjelasan Ustad Chabib mengenai tiga simpanan yang harus dimiliki oleh umat muslim:
1. Hati yang Bersyukur
“Hati yang bersyukur adalah landasan utama dalam kehidupan seorang muslim,” ungkap Ustaz Chabib.
Dia menjelaskan bahwa hati yang bersyukur adalah hati yang mampu melihat semua nikmat yang diterima sebagai pemberian Allah SWT. Tidak hanya nikmat besar, bahkan nikmat kecil seperti kesehatan, udara segar, dan ketenangan hati juga harus disyukuri.
“Semua nikmat itu berasal dari Allah, dan setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah diterimanya,” katanya.
Rasa syukur, menurutnya, tidak hanya diwujudkan dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan nyata seperti menjaga amanah dan berbagi dengan sesama.
Dengan hati yang bersyukur, seseorang akan lebih mudah menghadapi cobaan hidup dan terhindar dari sifat kufur nikmat.
2. Lisan yang Berzikir
Menurut Ustaz Chabib, lisan yang senantiasa berzikir adalah cerminan dari hati yang mengenal Allah SWT.
"Zikir bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga bentuk pengakuan atas kebesaran Allah dan hubungan erat seorang hamba dengan Tuhannya,” jelasnya.
Dia menambahkan, lisan yang berzikir memiliki kekuatan luar biasa untuk menenangkan hati.
"Ketika hati kita selalu ingat kepada Allah melalui zikir, Allah pun akan mengingat kita. Semakin dekat kita kepada Allah, semakin besar pula rahmat dan pertolongan-Nya yang akan kita rasakan dalam hidup," katanya.
Dzikir juga membantu umat muslim untuk menjaga diri dari godaan duniawi. Dengan terus mengingat Allah, seseorang akan lebih termotivasi untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ustad Chabib menekankan bahwa zikir tidak memerlukan waktu khusus, tetapi dapat dilakukan kapan saja, baik dalam keadaan senang maupun sulit.
Baca Juga: Sholawat Munjiyat: Zikir untuk Keselamatan Saat Berlibur Tahun Baru
3. Istri yang Beriman
Simpanan ketiga yang ditekankan oleh Ustaz Chabib adalah pasangan hidup yang beriman.
“Istri yang beriman adalah yang senantiasa taat kepada Allah, Rasul-Nya, dan suaminya. Dia adalah sosok yang menjadikan ibadah sebagai prioritas dalam kehidupannya,” ujar Ustaz Chabib.
Menurutnya, istri yang beriman tidak hanya mendukung suaminya dalam urusan rumah tangga, tetapi juga dalam urusan akhirat.
“Istri salihah adalah yang mengingatkan suaminya untuk terus beribadah kepada Allah dan menjadi penolong bagi suaminya dalam menjalankan kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam,” katanya.
Ustaz Chabib juga menjelaskan bahwa keberadaan istri yang beriman dapat menciptakan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Pasangan yang saling mendukung dalam kebaikan akan mampu menghadapi segala ujian hidup dengan lebih kokoh.
Ustaz Chabib Rochmatullah mengingatkan umat muslim akan pentingnya mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun sosial, untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Dengan memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, dan pasangan hidup yang beriman, seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermakna dan berkah.
“Tiga hal ini bukan hanya bekal untuk kehidupan dunia, tetapi juga modal utama untuk meraih kebahagiaan di akhirat,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









