Doa Bagi Musibah Kecelakaan Pesawat TNI AU Yang Jatuh Di Pasuruan

AKURAT.CO Musibah menimpa dua pesawat tempur TNI AU EMB-314 Super Tucano yang mengalami kecelakaan dan jatuh di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (16/11/2023) lalu. Dari kecelakaan tersebut diketahui terdapat empat korban meninggal yang merupakan perwira menengah di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Di dalam Islam, musibah merupakan suatu ketetapan bagi manusia. Sebagaimana dituliskan dalam Al-Quran surat Al-Hadid ayat 22:
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ
Mâ ashâba mim mushîbatin fil-ardli wa lâ fî anfusikum illâ fî kitâbim ming qabli an nabra'ahâ, inna dzâlika ‘alallâhi yasîr
Artinya: “Tidak ada bencana atau musibah (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22).
Baca Juga: Doa Ini Wajib Dibaca Saat Menghadapi Musibah Agar Diberikan Keikhlasan Dan Pertolongan Allah SWT
Salah satu cara dalam menyikapi musibah ialah dengan memanjatkan doa dengan tujuan menjadikan musibah baik yang menimpa diri sendiri maupun orang lain, mampu kita hadapi dengan penuh keikhlasan dan diiringi pertolongan Allah SWT.
Mengucapkan kalimat istirja’
Doa ketika kita mendengar atau saat kita tertimpa musibah yang paling umum diucapkan yakni dengan kalimat istirja’ sebagai berikut:
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un.
Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali.
Baca Juga: Prabowo Takziah Ke Rumah Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat Tempur TNI
Doa bagi para keluarga korban kecelakaan
Korban yang meninggal dalam suatu musibah tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Dalam sebuah hadis dari Ummu Salamah, terdapat sebuah doa menghadapi kesedihan ketika tertimpa musibah, agar diberikan pahala dan balasan terbaik dari musibah yang dirasakannya.
“Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada seorang hamba yang tertimpa musibah kemudian dia berdoa:
ﺇِﻧَّﺎ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺭَاﺟِﻌُﻮﻥَ اﻟﻠﻬُﻢَّ ﺃْﺟُﺮْﻧِﻲ ﻓِﻲ ﻣﺼﻴﺒﺘﻲ، ﻭَﺃَﺧْﻠِﻒْ ﻟِﻲ ﺧَﻴْﺮًا ﻣِﻨْﻬَﺎ
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raaji’uun, Allahumma Ajurnii fii mushiibatii, wakhluf lii khoiron minhaa.
(Kami adalah milik Allah dan kepada Allah kami kembali. Ya Allah berilah pahala atas musibah saya dan berilah ganti yang lebih baik daripada musibah ini)
Melainkan Allah akan memberi pahala dalam musibahnya dan memberi ganti yang lebih baik daripada musibah tersebut.” (HR. Muslim).
Doa perlindungan dari musibah serupa
Dalam sebuah hadis dijelaskan terdapat sebuah doa yang dapat dipanjatkan ketika seseorang melihat orang lain tertimpa musibah. Doa ini dapat dipanjatkan setelah memohonkan kebaikan bagi orang yang tertimpa musibah, sekaligus meminta perlindungan dari musibah yang serupa:
“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa melihat orang yang ditimpa ujian, lalu berkata:
الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاك به وفضلني على كثير ممن خلق تفضيلا لم يصبه ذلك البلاء
Alhamdulillahil ladzi ‘afani mimmabtalaka bihi wafadhdholani ala katsirin mimman kholaqo tafdhila, lam yusibhu dzalikalbala’u.
(Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang telah menyelamatkanku dari ujian yang menimpamu dan mengutamakanku dari orang banyak)
Maka ia tidak akan ditimpa musibah yang sama.” (HR. At-Tirmidzi). (Yasmina Nuha)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









