Akurat

Doa Buka Puasa Asyura 10 Muharram 1447 H

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Juli 2025, 13:41 WIB
Doa Buka Puasa Asyura 10 Muharram 1447 H

AKURAT.CO Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram merupakan salah satu hari yang memiliki keutamaan besar dalam tradisi Islam.

Pada hari ini, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada tanggal tersebut, seperti diselamatkannya Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Selain itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura, sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai hadis sahih.

Sebagaimana puasa-puasa sunnah lainnya, ketika tiba waktu berbuka, umat Muslim dianjurkan untuk berdoa.

Doa buka puasa menjadi ungkapan syukur atas nikmat Allah yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah dan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Adapun doa yang dianjurkan ketika berbuka puasa, baik itu puasa wajib seperti Ramadan maupun puasa sunnah seperti puasa Asyura, adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alayka tawakkaltu wa ‘ala rizqika-aftartu

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Baca Juga: Hadits Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura, Amalan Sunnah yang Keutamaannya Luar Biasa

Selain itu, terdapat pula doa lain yang sangat populer dan diajarkan oleh para ulama untuk dibaca ketika berbuka puasa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in syaa Allah

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah.”

Membaca doa ini hendaknya disertai dengan rasa syukur yang mendalam atas kekuatan yang Allah berikan selama menjalankan puasa. Doa ini juga mencerminkan pengharapan agar amal ibadah puasa diterima dan diberi ganjaran yang berlipat ganda.

Puasa Asyura bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk merenungkan nilai-nilai ketauhidan, kesabaran, dan pertolongan Allah dalam menghadapi ujian kehidupan.

Baca Juga: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura 2025

Momentum buka puasa menjadi salah satu saat yang paling tepat untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memanjatkan harapan-harapan kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat manusia.

Semoga Allah menerima amal ibadah puasa Asyura kita pada tahun 1447 Hijriyah ini, mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu, dan memberikan kita kekuatan untuk senantiasa istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.