Akurat Logo

Salat Tidak Khusyuk? Mungkin Ini Penyebabnya

Eko Krisyanto | 21 September 2023, 16:26 WIB
Salat Tidak Khusyuk? Mungkin Ini Penyebabnya

AKURAT.CO Pada saat mengerjakan salat, kadang kala sering merasa tidak khusyuk yang ditandai dengan banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting, seperti memikirkan urusan pribadi, keluarga, teman dan bahkan memikirkan hal-hal yang tidak penting lainnya saat melaksanakan salat.

Salat yang tidak khusyuk ditandai dengan kurangnya konsentrasi saat salat, sehingga membuat lupa rakaat salat, lupa surah yang dibaca apa, ruku yang terburu-buru, serta tanda lainnya. Bahkan tidak khusyuknya salat, bisa ditandai dengan melaksanakan salat dengan cepat tanpa tuma’ninah. Tuma’ninah di sini maksudnya ialah tenang dan bukan terburu-buru.

Tuma’ninah adalah tanda dari salat yang khusyuk, di mana salat yang dilakukan benar-benar sesuai dengan apa yang Rasulullah SAW. ajarkan pada umatnya. Tuma’ninah dalam salat sudah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.

Melalui hadisnya, berikut ini hadis tentang tuma’ninah dalam salat.

Baca Juga: Hukum Salat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah?

"Rasulullah SAW bersabda; kalau berdiri ketika salat, maka berdirilah dengan tuma’ninah. Kalau kamu rukuk maka rukuklah dengan tuma’ninah. Kemudian berbuatlah demikian dalam salatmu". (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah)

Lantas apa saja yang menyebabkan salat tidak khusyuk? Dikutip dari akun Instagram sholehahstory pada Kamis (21/9/2023), berikut ini enam penyebab salat tidak khusyuk:

Penyebab Salat Tidak Khusyuk

  • Habis berzina, baik itu zina hati, telinga, mata, mulut, tangan dan zina lainnya.
  • Ragu karena menahan buang air kecil ataupun besar. Hal ini sudah dijelaskan pada hadis Rasulullah saw. berikut ini: "Janganlah berpaling hingga ia mendengar suara atau mendapat bau". (HR. Al-Bukhari No.177 dan Muslim No. 316)
  • Terburu-buru dikarenakan urusan duniawi
  • Memikirkan hal-hal lain yang tidak penting
  • Setengah hati mengerjakan salat; "Wahai Rasulullah SAW bagaimana mencuri dari salat? Rasulullah SAW berkata, dia tidak sempurnakan rukuk dan sujudnya". (HR. Ahmad No. 11532, disahihkan oleh al-Albani dalam shahihul Jami’ 986)
  • Lupa akan pentingnya salat. Terkadang tidak memahami apa pentingnya salat membuat sebagian orang melaksanakan salat sebagai sebuah kewajiban saja, bukan dilakukan dengan sepenuh hati dan terkesan sebagai sebuah perintah saja.

Cara untuk mengatasi salat tidak khusyuk adalah dengan mengetahui apa pentingnya salat, mengetahui makna salat dalam kehidupan. Berikut ini ayat dan hadis yang menjelaskan tentang pentingnya salat:

Ayat dan Hadis Tentang Pentingnya Salat

  • Ayat al-Quran tentang salat
  1. "Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan" (QS. Al-Baqarah ayat 110)
  2. "Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)". (QS. Al-Isra ayat 78)
  3. "Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana bisa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman". (QS. An-Nisa 103)
  4. "Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)". (QS. Hud ayat 114)
  5. Dan masih banyak lagi ayat al-Quran yang menjelaskan tentang salat, seperti surah ar-Rum ayat 17-18 dan lain sebagainya.

 Baca Juga: Apakah Melakukan Salat Rebo Wekasan Bid'ah?

  • Hadis tentang salat
  1. "Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendiri dengan nilai 27 pahala". (HR Bukhari Muslim)
  2. "Salat lima waktu, salat Jumat ke salat Jumat berikutnya, adalah pengguguran dosa di antara keduanya, selama dosa-dosa besar ditinggalkan". (HR Muslim No. 233)
  3. "Lima salat yang telah Allah swt. wajibkan kepada para hamba-Nya. Siapa saja yang mendirikan dan tidak menyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Sedangkan siapa saja yang tidak mendirikannya, dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah swt. Jika Allah menghendaki, Dia akan menyiksanya. Dan jika Allah menghendaki, Allah akan memasukkannya ke dalam surga". ( HR Abu Dawud No. 1420, An-Nasa’i No. 426 dan Ibnu Majah No. 1401, shahih)

Wallahu a’lam Bissawab. (Raodatuljanah)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK