Danantara Sepakat Bangun PSEL, Pramono Yakin Bisa Olah hingga 3.000 Ton Sampah per Hari

AKURAT.CO Kerja sama Danantara Indonesia dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terkait pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), diyakini bisa membuat penanganan sampah di Jakarta akan lebih efektif.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah konkret mempercepat pengelolaan sampah berbasis energi.
Diketahui, fasilitas awal akan dibangun di Bantargebang, Jawa Barat, dan Tanjungan (Kamal Muara), Jakarta Utara, dengan kapasitas gabungan sekitar 2.500 hingga 3.000 ton sampah per hari.
Baca Juga: Gubernur Herman Deru Dampingi Menko Pangan Tinjau PSEL Palembang, Progres 83 Persen
Selain dua lokasi itu, Pemprov juga menyiapkan satu fasilitas PSEL tambahan di Sunter, Jakarta Utara, serta mengoptimalkan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di Rorotan. Dengan skema tersebut, Pramono menargetkan persoalan sampah di Jakarta dapat tertangani secara menyeluruh.
"Jadi Jakarta akan ada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, kemudian ada RDF di Rorotan. Kalau itu jalan semua, maka masalah sampah di Jakarta terus terang akan selesai," kata Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (5/5/2026).
Untuk mempercepat realisasi, Pramono telah menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Asisten Pembangunan menindaklanjuti kerja sama tersebut. Dalam waktu dekat, Pemprov akan menetapkan kontraktor serta jadwal pelaksanaan pembangunan.
"Saya ingin Jakarta memulai batch kedua ini kalau bisa yang paling cepat selesai," ujarnya.
Baca Juga: Kewajiban Memilah Sampah di Jakarta Perlu Didukung Sarana dan Prasarana Memadai
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU),untuk mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta. Penandatanganan berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kerja sama ini mencakup percepatan pembangunan PSEL di dua lokasi, yakni Tanjungan dan Bantargebang. Dia menilai kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam menangani kondisi darurat sampah di ibu kota.
"Terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang yang saat ini telah jauh melebihi kapasitas," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini








