Akurat

Menuju Jakarta Kota Global, Pramono Ingatkan Budaya Keselamatan Kerja Jadi Prioritas

Okto Rizki Alpino | 9 Februari 2026, 20:39 WIB
Menuju Jakarta Kota Global, Pramono Ingatkan Budaya Keselamatan Kerja Jadi Prioritas

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Apel Bulan K3 di Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Timur, Senin (9/2/2026). Dia menegaskan pentingnya budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai prioritas utama di Jakarta.

Dia pun meminta jajaran Dinas Ketenagakerjaan menjaga momentum Bulan K3, agar penerapan keselamatan kerja benar-benar terinternalisasi di seluruh sektor. Menurut dia, Jakarta sebagai kota global dengan aktivitas kerja yang tinggi membutuhkan budaya keselamatan kerja yang kuat dan berkelanjutan.

"Saya mengharapkan dan juga meminta kepada jajaran Dinas Ketenagakerjaan untuk betul-betul menjaga momentum ini, karena Jakarta sebagai kota global dan juga pekerjaannya cukup banyak, budaya keselamatan kerja menjadi hal yang utama di DKI Jakarta," kata Pramono.

Baca Juga: Sektor Industri dan Jasa Kian Pesat, Pemprov Jakarta Perkuat Penerapan Keselamatan Kerja

Dia menyebut, Pemerintah Provinsi Jakarta terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penerapan K3 di tempat kerja. Upaya tersebut mencakup penyempurnaan regulasi, peningkatan standar K3, serta penguatan kompetensi tenaga kerja.

"Kami terus menyempurnakan regulasi dan standar K3, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi serta sosialisasi K3 kepada serikat pekerja dan manajemen perusahaan," ujarnya.

Dalam apel tersebut, Pramono juga membacakan amanat Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli. Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 mengusung tema 'Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif'.

Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam membangun sistem pengelolaan K3 yang kuat guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.