Kejar Target Perbaikan Jalan Jakarta, Rano Karno Mau Tambah 1.200 PJLP Bina Marga

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menilai jumlah Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di Dinas Bina Marga saat ini belum memadai untuk menangani perbaikan jalan di seluruh wilayah Jakarta. Karena itu, dia mendorong penambahan minimal 1.200 PJLP guna mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur jalan.
"Tentang PJLP tadi, barangkali diharapkan kalau kita bisa (tambah) 1.200 orang saja untuk Bina Marga ya, mungkin itu sebetulnya minimal," kata Rano Karno kepada wartawan di Jakarta Selatan, Senin (9/2/2026).
Dia menjelaskan, kekurangan tenaga semakin terasa setelah banyak pegawai memasuki masa pensiun. Dia menyebut, sekitar 125 PJLP Bina Marga saat ini sudah atau akan segera purnatugas.
Baca Juga: Baru 60 Persen, Pembangunan 566 SPPG di Jakarta Ditargetkan Segera Selesai
"Sekarang ini PJLP yang ada di Bina Marga terasa kurang jumlahnya. Sudah hampir sekitar 125 orang masuk masa pensiun," ujarnya.
Menurutnya, beban kerja Bina Marga sangat besar karena harus menangani perawatan jalan di seluruh wilayah Jakarta dengan sumber daya manusia yang terbatas. Dia menggambarkan kondisi tersebut sebagai tantangan serius di lapangan.
"Teman-teman bisa bayangkan, 1.000 orang memencar di semua Jakarta, ini bukan pekerjaan mudah," ucapnya.
Menurutnya, penambahan 1.200 PJLP bukan angka berlebihan, melainkan kebutuhan minimum agar target perbaikan jalan dapat dikejar, terutama saat musim hujan. "Barangkali kalau kita bisa 1.200 orang saja untuk Bina Marga, itu sebetulnya minimal. Salah satu tujuannya untuk mengejar perbaikan jalan," tegasnya.
Baca Juga: Pemprov Klaim Tingkat Kematian Akibat Kecelakaan Kerja di Jakarta Nihil
Rano juga menyoroti faktor cuaca yang memengaruhi kualitas aspal. Menurut dia, air hujan membuat daya rekat aspal melemah sehingga perbaikan harus dilakukan berlapis dan berulang.
"Semua aspal di Indonesia ini, kalau kena air tidak ada yang merekat kuat. Maka ini sementara yang paling ideal adalah setelah nanti selesai hujan itu harus dilapis semua supaya tidak terjadi kerusakan," jelasnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan masih akan berlangsung hingga Maret. Kondisi ini membuat kebutuhan tenaga lapangan semakin mendesak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









