Akurat

Intoleransi hingga Penyebaran Hoaks Jadi PR Besar Wujudkan Jakarta Kota Global

Siti Nur Azzura | 3 November 2025, 21:19 WIB
Intoleransi hingga Penyebaran Hoaks Jadi PR Besar Wujudkan Jakarta Kota Global

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menegaskan di balik upaya transformasi menuju kota global, Jakarta masih menghadapi sejumlah tantangan sosial yang tidak bisa diabaikan. 

Dia menyebut ancaman intoleransi, provokasi, dan penyebaran hoaks masih menjadi bom waktu yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat Jakarta. 

"Transformasi Jakarta menuju kota global, kita masih menghadapi berbagai tantangan seperti intoleransi, penyebaran hoaks, provokasi berbasis identitas, hingga potensi konflik sosial," kata Rano dalam acara Dialog Silaturahmi Ulama dan Polri di Hotel Orchard Industri, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Baca Juga: Ambisi Jakarta Kota Global Harus Seimbangkan Ekonomi dan Sosial Budaya

Dia menyinggung kembali peristiwa demonstrasi pada Agustus 2025 lalu, yang berujung ricuh dan merusak sejumlah fasilitas publik. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bukti nyata bahwa ketahanan sosial warga Jakarta masih rapuh.

"Kita tentu masih mengingat peristiwa demonstrasi pada Agustus lalu yang menimbulkan kerugian fasilitas umum dan menguji ketahanan sosial kita sebagai warga," ujarnya.

Kerusuhan itu tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan luka sosial yang perlu dipulihkan bersama. Karena itu, dia menyerukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan turut aktif mencegah potensi konflik di lingkungannya.

Dia ingin warga Jakarta memiliki peran lebih besar dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota. Dia bahkan berencana menggagas sistem pengamanan sosial berbasis masyarakat, terinspirasi dari pecalang di Bali.

Baca Juga: Ambisi Jakarta Jadi Kota Global Terancam Gagal karena Lemahnya Kepemimpinan

"Dulu Jakarta juga punya sistem seperti ini. Coba bayangkan kalau Jakarta memiliki pecalang atau tokoh-tokoh masyarakat yang aktif menjaga lingkungan. Saya yakin, kejadian-kejadian seperti kemarin bisa kita redam," ungkapnya.

Gagasan tersebut, merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput. Dia meyakini keamanan dan harmoni di ibukota tidak cukup hanya dijaga oleh aparat, tetapi harus tumbuh dari partisipasi warga itu sendiri.

"Jakarta harus aman, damai, dan tangguh, bukan karena banyaknya aparat, tetapi karena warganya peduli," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.