Akurat

Nusa Penida Didorong Jadi Green Island, Destinasi Wisata Terintegrasi Berbasis Nilai dan Lingkungan

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 16 Februari 2026, 16:35 WIB
Nusa Penida Didorong Jadi Green Island, Destinasi Wisata Terintegrasi Berbasis Nilai dan Lingkungan

AKURAT.CO Pemerintah turut mendorong objek wisata Nusa Penida menjadi green island yang terintegrasi berbasis nilai dan lingkungan.

Untuk itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengimbau Pemerintah Kabupaten Klungkung mematangkan konsep green island sebagai arah pengembangan Nusa Penida.

Dia menilai Nusa Penida memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Dia bahkan menyebut kawasan itu sebagai hidden paradise atau surga tersembunyi yang belum sepenuhnya tersentuh.

"Saya ingat dulu waktu saya kecil ada komik tentang Nusa Penida. Nah, sekarang kesan utama saya adalah ini hidden paradise yang belum tersentuh," ujarnya dalam Dialog dan Pemaparan Potensi Wisata Nusa Penida oleh Bupati Klungkung di Seven Dreams Hotel, Klungkung, Bali, Senin (16/2/2026).

Menurut Wamendagri, gagasan green island yang disampaikan Bupati Klungkung, I Made Satria, merupakan konsep strategis. Ia menekankan, pendekatan tersebut harus disusun secara utuh dan terintegrasi, mulai dari pengelolaan sampah, energi terbarukan, hingga pembatasan kendaraan dan penguatan budaya lokal.

Baca Juga: Moleknya Pesona Pasih Uug di Nusa Penida dan Legenda Anak Kecil Kehilangan Sapi

"Jadi kalau saya sarankan, ini konsep green island kita matangkan, terintegrasi semua. Dan kemudian dari situ diturunkan, mana yang kita kejar dari pinjaman, mana yang kita kejar dari korporasi, mana yang dari CSR, mana yang dari investor," jelasnya.

Wamendagri menyatakan kesiapan untuk membantu penguatan konsep tersebut, termasuk membuka ruang koordinasi lintas kementerian. Ia juga menekankan pentingnya soliditas jajaran perangkat daerah dalam mewujudkan visi tersebut.

Menurutnya, keberhasilan kepala daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan semangat tim.

Wamendagri juga menyoroti pentingnya keterpaduan antara konsep besar tersebut dengan dokumen perencanaan tata ruang, termasuk Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Ia mengingatkan agar visi green island benar-benar terakomodasi dalam perencanaan resmi Pemkab Klungkung.

Selain aspek fisik dan infrastruktur, ia menekankan pentingnya pembangunan sosial dan karakter masyarakat dalam mendukung konsep tersebut. Menurutnya, desain kawasan yang baik harus dibarengi dengan penguatan sosial.

Wamendagri mengingatkan agar momentum pengembangan pariwisata Nusa Penida tidak terlewat. Antusiasme wisatawan harus dijaga dengan percepatan pembenahan infrastruktur dan ekosistem pendukung. Sebab, tanpa pembenahan yang cepat, ia khawatir tingginya ekspektasi wisatawan justru berujung pada kekecewaan.

Baca Juga: We Love Bali Pastikan Destinasi Wisata Nusa Penida Berbasis Protokol CHSE

"Ini momentum. Kalau tidak (dijaga), bisa lewat. Saya lihat, antusiasmenya mulai (terbangun). Cuma nanti ketika turis-turis banyak kecewa ke sini, mereka tidak balik lagi kan," katanya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.