Moleknya Pesona Pasih Uug di Nusa Penida dan Legenda Anak Kecil Kehilangan Sapi
AKURAT.CO, Saat berkunjung ke Bali, pernahkah kamu menyaksikan pesona Broken Beach yang disebut Pasih Uug oleh penduduk lokal? Pasih Uug adalah pantai unik yang terletak di Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Dalam bahasa lokal, Pasih Uug berarti pantai rusak. Kok gitu?
Pantai ini terbentuk dari hasil abrasi laut dan tebing/bukit) kapur yang roboh jutaan tahun lalu. Jika dilihat dari atas, akan terlihat seperti lubang besar dengan diameter 98 meter. Yang menarik, pada tebing tersebut ada lubang kecil yang membuat air dari samudra lepas masuk dan terperangkap diantara tebing. Sekilas, air laut yang terperangkap menyerupai kolam raksasa di tengah tebing.
Dengan semua fenomena alam yang terjadi ini, terbentuklah Pasih Uug dengan pemandangan laut berpadu dengan tebing-tebing yang tak terbantahkan.
Jika kamu ingin menyaksikan pesona Pasih Uug yang luar biasa, kamu bisa mengunjunginya jelang matahari tenggelam. Pemandangan sunset dari Pasih Uug siap memanjakan matamu.
Perairan di pantai Pasih Uug ini dihuni oleh ikan pari dan juga penyu, jika beruntung kamu bisa melihat ikan pari atau penyu dari atas bukit. Pantai Pasih Uug bukan tempat untuk berenang atau mandi, tapi cukup dinikmati keindahannya dari atas bukit. Namun, bila kamu ingin berenang, disarankan untuk meminta saran dari pemandu atau penduduk sekitar.
Dibalik keindahan alam Pasih Uug, tersimpan legenda terbentuknya Pasih Uug.
Kisah Broken Beach (Pasih Uug) bermula ketika masyarakat lokal menemukan sapi, dan tidak ada yang tahu siapa pemilik sapi itu. Warga lantas sepakat untuk menangkap dan menyembelih sapi tersebut untuk dimasak bersama.
Proses penyembelihan dan pemasakan berjalan dengan lancar tanpa ada randa-tanda mencurigakan. Setelah mereka memasak dan makan, datanglah seorang anak kecil yang sedang mencari hewan ternaknya yang hilang. Anak laki-laki itu bertanya tentang kehilangannya. Namun, masyarakat tidak mengaku dan mengatakan jika mereka telah membelinya.
Untuk menemukan kebenaran, sang anak mengadakan sayembara dengan cara menancapkan tongkat di tanah. Anak itu meminta warga mencabut tongkat itu. Jika ada yang bisa mencabut tongkat ini, maka benar tidak mengambil sapi itu tanpa izin.
Warga pun dengan angkuh berusaha mencabut tongkat tersebut, namun tidak ada satupun yang mampu mencabutnya. Setelah merasa yakin warga telah berbohong, anak tersebut kemudian mencabut tongkat tersebut dan segera terjadi gempa bumi.
Akibatnya, tanah di desa tersebut roboh dan tak ada warga yang selamat. Para penyintas ini dianggap sebagai saksi hidup dan menceritakan kisahnya dari generasi ke generasi hingga keturunannya.
Meski hanya legenda, banyak orang percaya dengan kisah ini. Apalagi para penyelam mengaku sempat menemukan benda seperti lesung, tempat penanak nasi dari tanah liat di dasar laut.
Dulu, Pasih Uug kurang populer untuk wisatawan lokal yang lebih memilih ke Kuta, Pandawa, Ubud, Uluwatu, Kintamani, Bedugul ataupun Tanah Lot. Namun, sejak pemerintah gencar memperkenalkan seluruh objek wisata di Tanah Air, Pasih Uug kini ramai pengunjung. Bahkan, Pasih Uug termasuk dalam list wajib dikunjungi saat ke Nusa Penida.
Seiring dengan populernya Pasih Uug, akses menuju ke lokasi pun sudah gampang. Namun, saat berwisata ke Nusa Penida, kamu pasti membutuhkan kapal atau speed boat dari sejumlah dermaga di Bali, seperti dermaga Sanur, Tribuana, Kusamba, Pesinggahan dan juga Padang Bai.
Setelah itu, kamu membutuhkan transportasi darat untuk menuju ke Pasih Uug. Cara terbaik adalah dengan menyewa mobil, sepeda motor atau memesan tour guide untuk mengantar kamu ke manapun, termasuk Pasih Uug.
Jika ingin lebih gampang dan efisien, kamu bisa mengambil paket tour yang disediakan oleh agen perjalanan.
Untuk masuk ke Pasih Uug pun, tidak dikenakan biaya, hanya retribusi parkir kendaraan saja. Kamu juga tak perlu khawatir kelaparan, di sekitar Pasih Uug ada banyak warung makanan dan minuman.
Ke Bali, yuk ke Pasih Uug![]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 5Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara




