Akurat

Masih Jadi Tantangan Kesehatan Masyarakat, Kalimantan Utara Perkuat Pencegahan Dengue Lewat Vaksinasi

Wahyu SK | 9 Januari 2026, 22:06 WIB
Masih Jadi Tantangan Kesehatan Masyarakat, Kalimantan Utara Perkuat Pencegahan Dengue Lewat Vaksinasi


AKURAT.CO Penyakit dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

Kementerian Kesehatan mencatat, hingga 1 Desember 2025, terdapat 139.298 kasus dengue di Indonesia dengan kematian 583 kasus.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memperkuat upaya pencegahan terpadu melalui pelaksanaan program vaksinasi dengue.

Peresmian vaksinasi dengue dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kalimantan Utara dengan anggaran pembelian vaksin DBD bersumber dari APBD provinsi.

Adapun, lokus kegiatan yaitu di Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara.

Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara di Balai Desa Panca Agung, dan juga bermitra dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines.

Kegiatan ini juga melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Kesehatan, Komite Nasional/Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pemerintah Kabupaten Bulungan, serta lintas sektor lainnya.

Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue (IR: 98,98/100.000 penduduk) dengan CFR 1,09 persen.

Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81 persen dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., menyampaikan komitmennya untuk memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan.

Baca Juga: Dari Perempuan untuk Keluarga, Lawan Dengue Bersama

Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue.

Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, Usman menilai perlu untuk mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif.

"Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan. Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030’. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta para mitra, kami yakin Kalimantan Utara dapat mengambil langkah maju yang terukur dalam melindungi masyarakat dari dengue," papar Usman, melalui keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Mendukung hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP, menegaskan bahwa program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan. Melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik.

Program vaksinasi ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan yang selama ini telah dijalankan bersama, di mana masyarakat tetap perlu disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi.

Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan. Dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Desember 2025 melalui sosialisasi kepada petugas kesehatan di puskesmas, koordinasi lintas sektor dalam pemenuhan sarana prasarana, dilanjutkan sosialisasi kepada lintas sektor dan masyarakat pada 6 Januari.

Pada tahap awal, vaksinasi direncanakan diberikan kepada 725 anak usia 9-13 tahun atau kelas 3, 4, dan 6 pada 13 Sekolah Dasar serta kelas 7 SMP di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Dengan pelaksanaan yang dipersiapkan secara saksama mulai dari skrining kesehatan sebelum vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga observasi pasca imunisasi.

"Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap program ini berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga semakin banyak anak di Bulungan yang terlindungi dari infeksi dengue yang berpotensi mengancam nyawa," ujar Imam.

Sementara itu, Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan apresiasi kepemimpinan Pemprov Kalimantan Utara yang menjadi pelopor pelaksanaan vaksinasi dengue.

"Inisiatif ini menambah daftar 12 wilayah di Indonesia yang telah menerapkan program vaksinasi publik untuk melindungi anak-anak dari dengue. Dengue memberikan beban besar bagi Indonesia, tidak hanya pada sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat," ujar Andreas.

Baca Juga: Dinkes Kutai Kartanegara Sosialisasikan Vaksinasi Dengue Sebagai Upaya Pencegahan Jangka Panjang

Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta rawat inap akibat dengue, dengan biaya mendekati Rp3 triliun. Belum termasuk kasus-kasus yang dilaporkan selama terjadi wabah, dan dampak emosional serta sosial yang ditanggung pasien dan keluarga.

"Takeda berkomitmen untuk terus menjadi mitra jangka panjang dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia, melalui kolaborasi, edukasi, dan penyediaan akses terhadap pencegahan inovatif kami," katanya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK