PAFI Kabupaten Muna Aktif Terlibat Berantas DBD

AKURAT.CO Penyakit demam berdarah dengue (DBD) termasuk salah satu penyakit dengan penyebaran tertinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini jika tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan kematian bagi penderitanya.
Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk.
Orang yang terinfeksi virus dengue memiliki ciri-ciri demam mendadak dengan suhu tinggi, rata-rata mencapai 39 derajat Celcius, selama 2-7 hari dan kemudian turun dengan cepat.
Penderita DBD juga dicirikan dengan kondisi tubuh yang lemas, nyeri pada kepala, menggigil, nyeri dibelakang otot, mata dan tulang, ruam kulit kemerahan, kesulitan menelan makanan dan minuman, mual, muntah, gusi berdarah, mimisan, timbul bintik-bintik merah pada kulit, muntah darah, dan buang air besar berwarna hitam.
Melihat bahaya yang ditimbulkan oleh DBD terhadap kesehatan seseorang dan tingkat penyebaran yang relatif cepat, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Muna berinisiatif untuk terlibat aktif dalam pemberantasan nyamuk DBD.
Jajaran pengurus dan anggota PAFI Kabupaten Muna turun ke tengah-tengah masyarakat untuk memberantas penyakit berbahaya ini.
PAFI Kabupaten Muna (pafikabmuna.org) menyadari bahwa sebagai organisasi yang menaungi tenaga ahli dibidang kefarmasian yang notabene merupakan bagian dari bidang kesehatan, maka sudah menjadi tanggung jawab segenap pengurus dan anggota untuk terlibat aktif membantu masyarakat.
Agar usaha pemberantasan penyakit DBD berjalan efektif, PAFI Kabupaten Muna bekerjasama dengan instansi pemerintah, khususnya dinas kesehatan setempat, rumah sakit dan puskesmas, klinik kesehatan, apotek, dokter dan tenaga perawat, tokoh agama dan adat, aparat penegak hukum dan stakeholder lainnya.
Keterlibatan banyak pihak sangat dibutuhkan mengingat wilayah penyebaran penyakit ini yang relatif luas. Upaya pemberantasan penyakit DBD ini dilakukan PAFI Kabupaten Muna dengan melakukan pemeriksaan fisik terhadap masyarakat yang diduga terinfeksi virus dengue.
Setelah melihat ciri-ciri awal yang biasa terdapat pada penderita DBD, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik lebih dalam dan juga disertai dengan pemeriksaan darah di laboratorium.
Terhadap warga yang kemudian positif menderita DBD, maka PAFI Kabupaten Muna meminta penderita untuk menjalani istirahat total yang disertai dengan banyak mengkonsumsi cairan.
Hal ini karena demam dengan suhu tinggi beresiko menimbulkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Sehingga mengkonsumsi cairan dalam jumlah banyak dapat mencegah dehidrasi. Adapun cairan ini dapat diberikan secara oral maupun melalui cairan intravena jika dibutuhkan.
Selain itu, untuk meredakan demam dengan suhu tinggi, maka pasien juga dapat diberikan kompres dan juga pemberian obat penurun panas dan obat antimual. PAFI Kabupaten Muna meminta penderita juga melakukan konsultasi dengan dokter setempat agar pengobatan yang dilakukan berjalan maksimal.
Selain itu, PAFI Kabupaten Muna juga melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan munculnya penyakit DBD. Karena penyebaran terjadi melalui nyamuk Aedes aegypti, maka penting bagi warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya. PAFI Kabupaten Muna turun ke lapangan untuk menjalani aksi pencegahan penularan DBD.
Di antaranya melalui kunjungan ke rumah-rumah untuk melakukan edukasi dan sosialisasi, bersama dengan warga melakukan pengurasan tempat penampungan air, menutup wadah-wadah penampungan air, mengubur barang-barang bekas, menjaga kebersihan rumah, menggunakan lotion atau obat nyamuk, melakukan penyemprotan nyamuk atau fogging, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan kawat nyamuk pada ventilasi rumah, dan mengenakan pakaian tertutup serta pakaian berwarna terang.
Vaksinasi dengue juga dapat dilakukan pada anak-anak berusia 9-16 tahun. Tidak hanya itu, PAFI Kabupaten Muna juga membagikan bubuk abate kepada masyarakat. Bubuk abate ini ditaburkan pada tempat-tempat yang digenangi air, seperti bank mandi, tempat penampungan air minum, kolam dan lainnya.
Bubuk abate ini sangat efektif untuk membunuh jentik dan larva nyamuk penyebab penyakit, seperti demam berdarah. Matinya jentik dan larva nyamuk ini dapat memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk.
Sehingga mengurangi resiko penularan penyakit demam berdarah. Selain itu, abate juga air yang sudah ditaburi bubuk abate terbukti tetap aman untuk dikonsumsi atau digunakan.
PAFI Kabupaten Muna juga melakukan sosialisasi ke lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah. Hal ini terutama untuk mengingatkan para pelajar dan siswa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah munculnya nyamuk Aedes aegypti.
Melalui sosialisasi ini, para pelajar dan siswa diminta untuk selalu mewaspadai munculnya nyamuk pembawa virua dengue.
Melalui upaya preventif dan kuratif ini, PAFI Kabupaten Muna berharap penyakit DBD dapat ditekan hingga ke level yang terendah atau bahkan hilang sama sekali. Usaha pemberantasan ini aktif dilakukab oleh PAFI Kabupaten Muna bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









