Akurat

DPR Tegaskan Pemerintah Masih Mampu Tangani Bencana Sumatera Tanpa Bantuan Asing

Paskalis Rubedanto | 9 Desember 2025, 21:29 WIB
DPR Tegaskan Pemerintah Masih Mampu Tangani Bencana Sumatera Tanpa Bantuan Asing

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, memastikan pemerintah masih memiliki kapasitas yang kuat untuk menangani bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Menurutnya, kebutuhan bantuan untuk warga terdampak hingga kini masih dapat dipenuhi oleh pemerintah tanpa harus membuka opsi menerima bantuan asing.

“Kita fokus dari pemerintah dulu karena memang bantuan sampai saat ini masih tercukupi,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Saat ditanya kembali soal kemampuan pemerintah menanggung seluruh kebutuhan darurat di lapangan, Puan menegaskan singkat, “Masih mampu.”

Ia menjelaskan, pemerintah tengah memaksimalkan seluruh sumber daya untuk penanganan bencana.

Selain itu, para anggota DPR yang berasal dari daerah pemilihan di wilayah terdampak juga sudah turun langsung membantu masyarakat.

“Teman-teman yang dapilnya di wilayah terdampak sudah turun semua. Yang akan menyusul juga sudah bersiap,” katanya.

Puan menambahkan, upaya penanganan kini dipusatkan pada penguatan koordinasi dan mobilisasi kemampuan internal pemerintah.

Baca Juga: Puan–Anindya Bertemu di Senayan: DPR dan Kadin Matangkan Pembahasan RUU Kadin

“Pemerintah sudah menurunkan semua sumber daya untuk membantu wilayah yang terkena musibah. Jadi kita fokuskan dulu bantuan dari internal pemerintah saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyarankan agar pemerintah tidak ragu menerima bantuan asing apabila diperlukan untuk mempercepat penanganan darurat.

Ia menilai situasi di lapangan sangat berat dan berpotensi memicu krisis kemanusiaan baru bila tidak ditangani dengan cepat.

“Kalau memang kita nggak mampu, jangan malu minta bantuan negara lain. Nggak perlu malu, karena memang di luar kemampuan kita,” ujar Lasarus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.