Akurat

Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk Daerah Terdampak Bencana

Atikah Umiyani | 3 Desember 2025, 20:58 WIB
Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk Daerah Terdampak Bencana

AKURAT.CO Pemerintah memastikan ketersediaan logistik nasional, terutama beras, berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan wilayah yang terdampak bencana di berbagai daerah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menjelaskan, berdasarkan data Bulog, cadangan beras nasional hingga Desember masih mencukupi.

“Dari 1,3 juta ton cadangan Bulog sejak Agustus lalu, yang sudah dikeluarkan sampai Desember untuk beras SPHP sekitar 800 sampai 900 ribu ton. Artinya masih ada sekitar 600 ribu ton,” ujar Tito di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Tito mengungkapkan, sejumlah pemerintah daerah sebelumnya berencana menarik pasokan beras dari wilayah lain.

Namun pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa gudang Bulog setempat justru memiliki stok yang melimpah.

“Jadi sebenarnya tidak perlu mengambil beras dari daerah lain. Stok itu cukup untuk sembilan bulan. Karena itu, mereka bisa segera mengeluarkan beras bencana, yang jumlahnya unlimited sepanjang ada surat permintaan dari kepala daerah kepada Kepala Badan Pangan Nasional,” jelasnya.

Untuk mempercepat penyaluran, Tito menyebut mekanisme permintaan bantuan kini jauh lebih sederhana.

Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, serta Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

Baca Juga: Wiranto Minta PWI Perkuat Peran Pers sebagai Penghubung Pemerintah dan Publik

“Kepala daerah yang terdampak, tolong cek dulu cadangan di Gudang Bulog. Kalau ada stok, cukup buat surat ke Kepala Badan Pangan Nasional—bisa lewat WhatsApp—atau melalui saya, nanti langsung saya teruskan. Bulog akan segera mengeksekusi,” tegas Tito.

Selain beras, Tito memastikan bahwa stok minyak goreng nasional juga aman dan dapat disalurkan menggunakan mekanisme serupa.

Adapun untuk kebutuhan BBM, Kementerian ESDM bersama Pertamina dan SKK Migas telah melakukan pemetaan untuk mempercepat distribusi ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Pak Bahlil turun bersama Pertamina dan SKK Migas untuk memetakan wilayah yang kekurangan pasokan dan segera melakukan suplai. Terutama daerah terisolasi yang membutuhkan BBM untuk genset dan kendaraan,” tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.