Menara Syariah PIK 2 dan INCEIF University Perkuat Ekonomi Islam Lewat Simposium MSIUS II

AKURAT.CO Upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat keunggulan global dalam ekonomi Islam terus mendapatkan momentum.
Menara Syariah PIK 2 bersama International Center for Education in Islamic Finance (INCEIF) University kembali menggelar Menara Syariah & INCEIF University Symposium (MSIUS) untuk kedua kalinya dengan melibatkan berbagai lembaga keuangan Islam terkemuka.
Simposium edisi kedua ini menjadi tindak lanjut dari kesuksesan gelaran perdana tahun 2024 yang berhasil mempertemukan regulator, akademisi, praktisi, dan eksekutif dari seluruh Asia Tenggara.
Tahun ini, MSIUS II mengusung agenda yang lebih komprehensif, termasuk integrasi keuangan Islam dengan prioritas pembangunan nasional, penyelarasan sektor riil, inovasi wakaf, dan transformasi digital.
Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Periode 2015–2020, Anwar Abbas, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai ekonomi Islam perlu terus disosialisasikan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Hari ini kita bicara tentang bagaimana caranya agar zakat, infak, sedekah, dan wakaf bisa difungsikan secara baik sehingga bisa berkontribusi dalam memeriahkan ekonomi rakyat dan ekonomi umat. Dengan begitu, akan terjadi mobilitas vertikal,” terang Buya Anwar, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).
Baca Juga: Rilis! Klik Link Download SKB 3 Menteri Terbaru, Libur Cuti Bersama 18 Agustus 2025
Ia menambahkan bahwa prinsip-prinsip dalam ekonomi syariah mampu mendorong pemerataan kesejahteraan yang lebih nyata dibanding sistem konvensional.
“Mereka-mereka yang tadi ada di lapis bawah bisa melakukan mobil vertikal ke lapis kelas menengah. Sehingga dengan demikian kita perkirakan kelas menengah akan membesar dan daya beli masyarakat meningkat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kepedulian sosial dalam kerangka ekonomi Islam.
“Bagaimana caranya supaya tidak ada lagi warga kita yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Artinya jangan lagi ada dari kita orang yang fakir dan miskin. Kalau ada, maka wajiblah kita secara bersama-sama untuk membantu,” tambahnya.
Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Bob Tyasika Ananta, juga menegaskan bahwa perkembangan ekonomi syariah di Indonesia tengah berada dalam jalur yang positif.
Ia menyebut bahwa dalam dua hingga tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan literasi keuangan syariah secara signifikan.
“Sekitar 2–3 tahun terakhir kita fokusnya adalah meningkatkan literasi keuangan syariah. Jadi membikin masyarakat itu paham mengenai keuangan syariah. Sekarang peningkatannya 2 tahun terakhir itu cukup signifikan,” kata Bob.
Menurutnya, pemahaman yang lebih baik dari masyarakat terhadap prinsip dan praktik keuangan syariah akan membuka jalan menuju sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
MSIUS II bukan sekadar forum akademik, melainkan juga platform dialog kebijakan dan kolaborasi kelembagaan.
Baca Juga: Gubernur Herman Deru Apresiasi DPRD Sumsel, Tiga Raperda Disepakati Jadi Perda
Menara Syariah PIK 2 melalui simposium ini menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis syariah, literasi keuangan, serta kepemimpinan pemikiran ekonomi Islam di Indonesia dan kawasan regional.
Dengan meningkatnya minat publik terhadap sistem ekonomi Islam yang dinilai lebih etis dan solutif, terutama dalam menghadapi krisis global, MSIUS II diharapkan menjadi katalis untuk mempercepat transformasi keuangan syariah di Indonesia.
Visi besar ini menjadi bagian dari kontribusi strategis Indonesia untuk tampil sebagai poros utama ekonomi Islam dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










