Akurat

Jadi Biang Kerok Banjir di Kelapa Gading, Pemprov Jakarta Keruk Kali Cakung Lama

Citra Puspitaningrum | 19 Mei 2025, 13:46 WIB
Jadi Biang Kerok Banjir di Kelapa Gading, Pemprov Jakarta Keruk Kali Cakung Lama

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau pengerukan Kali Cakung Lama di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sungai sepanjang 8 kilometer itu disebut-sebut sebagai biang keladi banjir yang selama ini menggenangi kawasan Kelapa Gading.

"Kita melihat pengerukan yang ada di Sungai Cakung Lama, dan ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jakarta secara sungguh-sungguh menangani keluhan masyarakat," kata Pramono, Senin (19/5/2025).

Selama ini, kawasan Kelapa Gading memang langganan tergenang saat hujan. Bahkan setiap hujan singgah di Kelapa Gading air menggenang hingga metup ruas jalan sekitar.

"Kalau hujan, air bisa naik sampai 30 - 40 cm. Ternyata, sumber utamanya dari Sungai Cakung Lama yang sudah terlalu lama tidak dikeruk," tegasnya.

Baca Juga: Warga Pesisir Utara Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob hingga 17 Mei

Proyek pengerukan yang terbagi dalam 11 segmen itu ditarget rampung pada 2027. Tak hanya dikeruk, di ujung aliran sungai itu juga bakal dibangun Pompa Bulak Cabai sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

"Kalau ini tertangani dengan baik, maka persoalan banjir di daerah Kelapa Gading bisa kita atasi," ucap mantan Sekretaris Kabinet era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dengan nada optimis.

Tak hanya fokus di Cakung Lama, Pemprov Jakarta juga mengebut penanganan Sungai Ciliwung yang disebut Pramono sebagai penyumbang terbesar banjir Jakarta, mencapai 40 persen. Penanganan dilakukan lewat pelepasan lahan (penlok) di kawasan Pengadegan, Cawang, dan Cililitan.

Menariknya, proyek ini dijalankan tanpa penggusuran warga. "Sama sekali kita tidak melakukan penggusuran. Pendekatan yang kita lakukan sangat personal, dan masyarakat menerima dengan baik," jelasnya.

Tanah hasil pengerukan Kali Cakung Lama nantinya akan diangkut ke Ancol. Karena itu, di sepanjang proyek pengerukan, warga akan melihat mobil-mobil pengangkut berlalu-lalang membawa lumpur keluar dari lokasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.