Akurat

Bhikkhu Thudong dan Semangat Berbagi: Menyalurkan Donasi sebagai Wujud Ajaran Welas Asih

Arief Rachman | 7 Mei 2025, 14:08 WIB
Bhikkhu Thudong dan Semangat Berbagi: Menyalurkan Donasi sebagai Wujud Ajaran Welas Asih

AKURAT.CO Sabtu, 19 April 2025 menjadi momen sarat makna di Si Mian Fo Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.

Dalam rangkaian acara Doa Kebangsaan menyambut Waisak 2569 BE/2025, sebanyak 38 Bhikkhu asal Thailand yang tengah menempuh perjalanan spiritual Thudong menuju Candi Borobudur hadir membawa pesan damai—tak hanya lewat doa, tetapi juga melalui aksi nyata berbagi.

Dalam tradisi suci Pindapata dan Sanghadana, umat mempersembahkan makanan, kebutuhan pokok, dan dana kepada para Bhikkhu.

Uniknya, seluruh hasil persembahan tersebut tidak disimpan untuk kebutuhan pribadi para Bhikkhu, melainkan sepenuhnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak panti asuhan dan warga pra-sejahtera.

Panitia kegiatan memastikan bahwa penyaluran donasi dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

Penyaluran akan dilaksanakan usai perayaan Waisak di Candi Borobudur, bertepatan dengan acara Puja Waisak Thudong 2025 di Si Mian Fo PIK pada Rabu (14/5/2025).

Baca Juga: Sambut Bulan Maria, Taman Doa Our Lady of Akita PIK2 Gelar Perarakan dan Rosario

Acara tersebut akan diisi doa, pemberkahan, serta Dhammadesana (ceramah Dharma) oleh YM Bhante Phra Khru Wichai.

Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, Miranda DWK, yang turut mengikuti prosesi, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam acara ini, ini Pindapata pertama yang saya saksikan secara langsung. Ini bukan hanya penting bagi umat Buddha, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi umat agama lain: bahwa kebahagiaan sejati justru datang saat kita mampu memberi, bukan hanya menerima," ujarnya, Rabu (7/5/2025).

Lebih dari sekadar ritual, Bhikkhu Thudong menghadirkan pesan mendalam: spiritualitas sejati tumbuh melalui aksi nyata—berbagi, mengulurkan tangan, dan menerangi kehidupan sesama.

Perjalanan mereka mengajarkan kesederhanaan, disiplin, dan keteguhan hati sebagai pondasi untuk menciptakan dunia yang lebih damai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.