Akurat

Jakarta Masih Kekurangan SMP dan SMA, Lebih Banyak SD

Citra Puspitaningrum | 28 April 2025, 15:25 WIB
Jakarta Masih Kekurangan SMP dan SMA, Lebih Banyak SD

AKURAT.CO Isu pendidikan di Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, masih banyak anak-anak kesulitan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian mengungkapkan, Jakarta masih menghadapi kekurangan sekolah di tingkat lanjutan setelah tamat dari Sekolah Dasar (SD).

"Di Jakarta, jumlah SD jauh lebih banyak dibandingkan SMP dan SMA. Akibatnya, banyak anak-anak yang kesulitan melanjutkan pendidikan mereka setelah lulus SD," kata Justin di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (28/4/2025).

Baca Juga: Bungkam Persija Jakarta, Semen Padang Kian Optimistis Bisa Lolos dari Zona Merah

Politikus PSI itu bertekad untuk mendorong Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Pendidikan agar segera mendata wilayah yang kekurangan SMP dan SMA.

"Kami akan fokus untuk meningkatkan jumlah sekolah SMP dan SMA," ujarnya.

Menurut data Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2024, hanya ada satu sekolah yang baru dibangun pada tahun ini. Sementara itu, masih banyak wilayah yang belum memiliki fasilitas pendidikan tersebut.

"Masih ada sekitar 26 kelurahan yang belum memiliki SMA, sementara 18 kelurahan masih kekurangan SMP," ungkapnya.

Selain kekurangan sekolah baru, program rehabilitasi sekolah juga dinilai tidak memenuhi target. "Dari target rehab 47 sekolah, hanya 18 yang terealisasi. Padahal pada 2022, tercatat ada 200 sekolah yang membutuhkan rehabilitasi karena rusak berat," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.