PSI Kritik Lowongan Kerja Pasukan Oranye di Jakarta untuk Lulusan SD

AKURAT.CO Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, mengkritik lowongan kerja petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk lulusan sekolah dasar (SD) dari Pemprov Jakarta.
Menurutnya, lowongan kerja ini justru akan berpotensi menghambat pendidikan warga jakarta untuk dapat mengejar insentif yang lebih tinggi.
Dengan adanya pilihan PPSU sebagai jaminan karier bagi warga dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan rendah. Dia khawatir kebijakan Pemprov DKI Jakarta akan berdampak negatif terhadap dunia pendidikan di Jakarta.
Baca Juga: Pramono Bakal Buka Lowongan Kerja Petugas Damkar, Diutamakan Warga KTP Jakarta
"Hal itu tidak menutup kemungkinan membuat beberapa warga kurang semangat menempuh pendidikannya karena merasa sudah mendapatkan jaminan kerja menjadi pasukan oranye," kata dia dalam keterangannya, Minggu (6/4/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, angka pengangguran yang bisa jadi tolak ukur seberapa kompetitif atau tidaknya Jakarta adalah sebesar 6,03 persen. Hal itu disebabkan, karena pendidikan dan keterampilan para pekerja tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Jika melihat data BPS pada tahun 2024, kami menemukan pengangguran terbuka paling banyak dialami oleh kelompok usia 15-19 tahun, tetapi ada juga warga senior dengan usia 60 tahun ke atas yang mengalami kejadian serupa. Ini menjadi tugas Pemprov DKI Jakarta untuk membantu semua kalangan warga yang berminat mendapatkan pelatihan dan pekerjaan kedepannya," jelas dia.
Perlu diingat, bahwa ke depan Jakarta sebagai kota global akan berhadapan dengan persaingan ekonomi yang ketat. Maka, diperlukan warga yang memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk dapat bersaing dalam dunia kerja.
"Kita harus sadar bahwa ke depannya Jakarta butuh tenaga kerja yang terampil dan bersemangat. Pembentukan karakter dan kemampuan seperti itu lah yang khawatirnya terhambat oleh kebijakannya dibukanya lowongan PPSU bagi lulusan SD," ucapnya.
Baca Juga: Dorong Ekonomi Lokal, Agung Sedayu Group Buka 400 Lebih Lowongan Kerja di PIK2
Dalam rangka mengurangi pengangguran di ibu kota, August juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta mempersiapkan program pelatihan dan kerja yang mencakup semua rentang usia para warganya.
Dia meminta, agar Pemprov DKI Jakarta memastikan pendidikan warganya tetap berjalan dengan baik melewati semua jenjang, mulai dari SD hingga sekolah menengah atas (SMA) sebagai komitmen melaksanakan wajib belajar selama 12 tahun.
"Pemprov DKI Jakarta harus memastikan bahwa ke depannya warga di sini tetap semangat menimba ilmu pengetahuan dan mencari pengalaman, meskipun bekerja sebagai PPSU sudah terbuka sebagai pilihan karir yang bisa diambil," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









