Akurat

Penutupan Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang Akibat Cuaca Buruk

Oktaviani | 19 Januari 2025, 11:35 WIB
Penutupan Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang Akibat Cuaca Buruk

AKURAT.CO Pengelola pendakian Gunung Semeru memperpanjang penutupan akses akibat cuaca buruk.

Jalur pendakian ke Gunung Semeru sudah ditutup sejak 2-16 Januari 2025 karena alasan cuaca.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNTBS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan, kebijakan memperpanjang penutupan berdasarkan Surat Keputusan Nomor PG.2/T.8/TU/KSA.5.1/B/01/2025.

"Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan memperpanjang penutupan pendakian Gunung Semeru hingga 8 Februari 2025," katanya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/1/2025).

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi 16 Kali dalam Sehari, Kolom Abu Mencapai 700 Meter

Rudi menjelaskan, keputusan tersebut diambil demi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang masuk ke area Gunung Semeru.

Apalagi, dari perkiraan dan imbauan yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai adanya cuaca ekstrem sepanjang bulan Januari ini.

"Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung, dari ancaman bencana alam yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Menteri Kehutanan Republik Indonesia mengimbau kepada seluruh calon pengunjung untuk mematuhi keputusan ini dan tidak melakukan aktivitas pendakian secara ilegal," jelasnya.

Sebelumnya, Gunung Semeru sempat membuka akses pendakian ke Danau Ranukumbulo pada 23-31 Desember 2024.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, Abu Vulkanik Setinggi 1.100 Meter Meluncur

Total ada 386 pendaki yang resmi mendaftarkan diri melalui BB-TNTBS di laman resmi bookingsemeru.bromotenggersemeru.org.

Dengan rincian, tanggal 26 Desember 2024 ada enam pendaftar, disusul pada 27 Desember 2024 sebanyak 35 orang, pada 28 Desember 2024 sebanyak 75 orang. Kemudian tanggal 29 Desember ada 68 orang.

Jumlah pengunjung bertambah sejak 30 Desember 2024 dengan total 93 orang. Di hari terakhir tahun 2024, tercatat ada 109 pendakian hingga Ranukumbulo yang terdaftar.

Sebelumnya, aktivitas pendakian Gunung Semeru telah dibuka normal kembali pada 23 Desember 2024.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Letusan Teramati Sekitar 400 Meter di Atas Puncak

Tetapi dibatasi hingga Danau Ranukumbulo dengan pertimbangan keselamatan pendaki.

Sebab, meski berstatus Level 2 atau Waspada, beberapa kali erupsi dan aktivitas vulkanik keluar dari gunung setinggi 3.663 Mdpl yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang itu.

Pembatasan pendakian juga diberlakukan secara kuota dengan maksimal 200 orang setiap hari dengan durasi maksimal dua hari.

Tak hanya itu, aktivitas pendakian juga diwajibkan menggunakan pemandu yang terverifikasi.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Tidak Berdampak pada Aktivitas Warga

Demi menjaga dan mengantisipasi pendaki mencuri-curi kesempatan naik melebihi area Ranukumbulo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK