Akurat

Wakil Ketua DPRD DKI Minta Dinkes Jangan Remehkan Penyebaran Virus HMPV

Citra Puspitaningrum | 13 Januari 2025, 23:09 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Minta Dinkes Jangan Remehkan Penyebaran Virus HMPV

AKURAT.CO Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI agar tidak meremehkan penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV), khususnya di wilayah Jakarta.

Dia menegaskan, perlu adanya langkah konkret untuk mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut meskipun HMPV bukan tergolong virus baru. Pernyataan itu disampaikan Rani, setelah mendapatkan penjelasan dari Dinkes bahwa HMPV dinilai tidak lebih buruk dari virus H5N1 atau flu burung.

"Cuma saya berharap ke Dinas Kesehatan belajar dari pengalaman Covid-19 kemarin," kata Rani kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2025).

Dia mengingatkan, dunia telah merasakan dampak serius akibat Covid-19, yang menyebabkan keterpurukan di berbagai sektor, termasuk perekonomian global.

Baca Juga: Dinkes DKI Temukan 214 Kasus ISPA Akibat HMPV di Jakarta

"Tapi kenyataannya kan sebaliknya, hampir seluruh dunia terdampak dan mengalami keterpurukan akibat Covid," tegasnya.

Dia pun meminta Dinkes DKI, untuk lebih aktif dalam menyosialisasikan langkah pencegahan dan penanganan virus HMPV kepada masyarakat. Menurutnya, imbauan gaya hidup sehat saja tidak cukup tanpa tindakan nyata di lapangan.

"Kalau cuma mengimbau gaya hidup lebih sehat, lebih bersih, tidak usah menunggu adanya virus," kata Rani.

Dia juga menyoroti pentingnya program bersih-bersih lingkungan yang lebih efektif untuk masyarakat. "Kalau imbauannya hanya sekadar adlibs tanpa tindakan nyata ke bawah, seperti sosialisasi yang benar atau ajakan bersih-bersih sampah, itu tidak akan maksimal," sambungnya.

Rani menekankan pentingnya pendekatan langsung kepada warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, agar mereka memahami risiko dan langkah pencegahan terkait virus HMPV.

"Terutama sosialisasi mengenai virus ini, supaya para warga di rumah terutama buat ibu-ibu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.