Akurat

Jangan Lupa Bawa Payung, Jakarta Diprediksi Berawan Tebal Hari Ini

Rizky Dewantara | 28 Desember 2024, 11:00 WIB
Jangan Lupa Bawa Payung, Jakarta Diprediksi Berawan Tebal Hari Ini

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memperkirakan wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu berawan tebal pada hari ini, Sabtu (28/12/2024). Diprediksi, awan tebal sebagian besar terjadi pada pagi hingga malam hari.

Melalui akun resmi Instagramnya @infobmkg, BMKG memprediksi Jakarta Pusat berawan tebal sejak pagi hingga malam hari, tidak ada potensi hujan. Cuaca yang sama juga terjadi di wilayah Jakarta Barat yang berawan tebal sejak hari hingga malam hari.

Begitu pun cuaca di Jakarta Selatan berawan tebal pada pagi hari hingga malam hari. Namun demikian, tidak ada potensi hujan. Untuk Jakarta Timur tidak berbeda dengan Jakarta Selatan, yakni berawan tebal pada pagi hari hingga malam hari.

Hal senada juga terjadi di Jakarta Utara yang diperkirakan berawan tebal sepanjang hari. Begitu pula, cuaca di Kepulauan Seribu sejak pagi hingga malam hari diperkirakan berawan tebal menyelimuti kawasan pantai tersebut.

Baca Juga: Waspada Banjir Rob, Warga di Sejumlah Wilayah Pesisir Jakarta Diminta Siaga

Suhu rata-rata di wilayah Jakarta pada siang hari sekitar 28 derajat Celcius, sedangkan pada malam hari berkisar 26-29 derajat Celcius.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, Indonesia saat ini berada dalam periode musim hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan periode musim hujan tersebut akan terjadi selama 10 hari terakhir di tahun 2024,hingga 10 hari awal tahun 2025.

"Saat ini, selama 10 hari terakhir di tahun 2024 hingga 10 hari awal tahun 2025 masih aktif La Nina lemah, terutama yang berada di wilayah Jawa bagian utara, ini sebagai memasuki puncak musim hujan di Januari," kata Dwikorita melalui siaran pers di Jakarta, ditulis Sabtu (28/12/2024).

Dia menjelaskan, bibit siklon tropis di Samudra Hindia bagian Selatan turut memengaruhi pola angin, yang memicu pembentukan awan hujan. Khususnya, di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, hingga Nusa Tenggara.

"Selain itu, aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin yang diperkirakan berlangsung hingga akhir 2024 juga menjadi faktor yang meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.