Milenial Banyak yang Pilih Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan di Pilkada Jawa Barat, Tapi...

AKURAT.CO Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru yang digelar pada periode 8-14 September 2024.
Hasilnya, kalangan milenial dan Gen Z mendominasi sebagai pemilih terbanyak pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan di Pilkada Jawa Barat 2024.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, dalam pemaparan rilis secara daring, Kamis (26/9/2024).
Ia mengatakan, kategori peta persebaran kekuatan elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar berdasarkan kelompok usia.
"Pemilih Generasi Z 6,3 persen; milenial muda 19,7 persen; milenial matang 22,8 persen; Generasi X 29 persen; Baby Boomers 21 persen; dan silent gen 1,2 persen cenderung kepada Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan," jelas Hanta.
Ia menjelaskan, generasi milenial terbagi menjadi dua kelompok pada rentang usia 22-30 tahun dan 31-40 tahun.
Baca Juga: Mudah! Ini Cara Backup Seluruh Arsip Instagram ke Google Drive Melalui HP
"Di usia milenial muda, usia 22-30 tahun ini juga cenderung ke Dedi Mulyadi 61,9 persen. Milenial matang juga 66,7 persen ke Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan," tuturnya.
Meski begitu, Hanta menegaskan bahwa pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie berpotensi menggaet suara kaum milenial muda.
"Tapi pasangan Syaikhu-Ilham Habibie juga cukup tinggi 23,8 persen. Perolehannya cukup tinggi di pemilih pemulanya," ujarnya.
"Jadi kekuatan anak muda itu betul sekarang dominan cenderung ke Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan. Tapi Syaikhu-Ilham berpotensi mengalami pertumbuhan elektoral yang cukup positif," terang Hanta.
Adapun, klaster survei ini menjangkau 27 kabupaten/kota di Jabar secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024.
Sampel pada survei adalah sebanyak 1.200 responden dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Kimberly Ryder Alami KDRT oleh Edward Akbar Sejak 2019, Dibongkar Ibunda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









