Lewat Bunex, Kementan Terus Berkomitmen Jaga Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Di sela gelaran Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) kali ketiga di Tangerang, Kementerian Pertanian terus berkomitmen menjaga ketahanan pangan demi antisipasi darurat pangan.
Heru Tri Widarto selaku Pelaksana Tugas Dirjen Perkebunan tetap melakukan peninjauan ke lokasi Irigasi Perpompaan (Irpom).
Guna memastikan dan meningkatkan produktivitas pertanian, mengamankan pangan di masa depan.
Peninjauan program Irigasi Perpompaan kali ini dilaksanakan pada salah satu lahan kelompok tani (poktan) seluas 21 hektare yang dikelola Kelompok Tani Subur, Desa Mekar Wangi, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (13/9/2024).
"Diharapkan semua pihak terkait, turut berperan aktif menjaga dan mampu mendorong ketahanan pangan, tak hanya hari ini saja, namun masa depan pun harus kita rancang," ujar Heru.
Diketahui, Kementan memberikan satu unit pompa 6 inch yang berfungsi untuk mengoptimalkan distribusi air irigasi ke lahan pertanian.
"Pompa ini diharapkan mampu mengairi sawah secara lebih efektif, terutama di musim kemarau, guna meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) atau frekuensi tanam per tahun," kata Heru.
Lebih lanjut, Heru menjelaskan, di tahun 2023, IP Kelompok Tani Subur mencapai dua kali dalam setahun.
Baca Juga: MotoGP Emilia Romagna: Enea Bastianini Juara, Jorge Martin Geser Bagnaia di Puncak Klasemen
Namun, dengan adanya bantuan irigasi pompa dari Kementan akan meningkat menjadi IP 3 pada tahun 2024.
Ini kabar baik, petani dapat menanam hingga tiga kali dalam setahun.
Heru menambahkan, program Irigasi Perpompaan ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan meningkatnya indeks pertanaman, hasil produksi pertanian diharapkan dapat meningkat secara signifikan, sehingga mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, termasuk di Desa Mekar Wangi.
Petani menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungannya melalui program ini.
"Bantuan pompa ini sangat bermanfaat bagi petani di Desa Mekar Wangi. Kami berharap dengan adanya program Irigasi Perpompaan ini, produktivitas pertanian bisa terus meningkat dan kami bisa lebih berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional," ujar Heru, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (22/9/2024).
Melalui Irigasi Perpompaan, Kementan menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sektor pertanian.
Tidak hanya mengantisipasi pangan dan peningkatan produksi, tetapi juga dalam hal pemberdayaan petani Indonesia.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penemuan 7 Mayat Pria di Kali Bekasi, Sebagian Korban Masih di Bawah Umur
Bunex dan Jaga Pangan tetap dipantau dan dikawal, berjalan berkesinambungan, memastikan ketahanan pangan nasional terjaga dan mendorong penguatan perkebunan juga berjalan harmonis.
"Perkebunan memiliki potensi strategis di masa depan, karena bisa menjadi sumber energi terbarukan, di mana Indonesia dihadapkan pada dua tantangan besar, seperti pemenuhan kebutuhan pangan nasional dan mengatasi ketergantungan pada energi fosil," ujar Heru.
Demi menyinergikan semua insan perkebunan agar bersama-sama saling menguatkan perkebunan Indonesia, Kementan melalui Ditjen Perkebunan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), menggelar Bunex kali ketiga.
Di sini menampilkan berbagai inovasi, beragam produk perkebunan.
Hingga memberikan ruang untuk insan perkebunan baik petani, UMKM maupun pelaku usaha perkebunan lainnya bisa bertemu dan menjalin kerja sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









