Akurat

Manfaat Pompanisasi Dirasakan Langsung Petani di Kabupaten Lamongan

Mukodah | 15 Agustus 2024, 08:24 WIB
Manfaat Pompanisasi Dirasakan Langsung Petani di Kabupaten Lamongan

AKURAT.CO Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan persiapan tanam padi untuk musim tanam kedua.

Pengaruh dari El Nino yang berbarengan dengan musim kemarau membawa dampak terhadap penurunan hasil produksi dan kekeringan lahan pertanaman padi.

Kendati demikian, para petani mulai bernafas lega karena pemerintah memberikan bantuan pompanisai sebagai solusi cepat dalam memenuhi kebutuhan air.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kabupaten Lamongan, Mohammad Wahyudi, menyebut, program pompa berdampak langsung pada peningkatan indeks pertanaman, dari yang tadinya satu kali kini menjadi tiga kali dalam satu tahun.

Adapun, bantuan pompa yang sudah diterima di Kabupaten Lamongan hingga Agustus ini mencapai 243 unit, dari total usulan sebanyak 582 unit.

Baca Juga: Heboh Dugaan Larangan Penggunaan Jilbab Paskibraka, LKBH Nurul Iman Minta BPIP Dibubarkan

Seluruh pompa tersebar di 73 poktan, brigade dinas 70 unit dan brigade TNI 100 unit.

Sementara itu, irigasi perpompaan atau irpom dan kontruksi yang direalisasikan mencapai 120 dan irpom yang termanfaatkan mencapai 85 unit.

Sedangkan luas tanam pompanisasi mencapai 21.015,20 hektare dan luas padi gogo mencapai 58 atau 100 persen.

"Alhamdulillah, dengan pompanisasi, pertanaman yang dulunya dua kali sekarang bisa tanam lagi untuk yang ketiga kali. Meskipun lahan di sini dihadapkan pada musim kemarau panjang," ujar Wahyudi, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (15/8/2024).

Wahyudi mengatakan, manfaat pompanisasi yang paling dirasakan para petani yaitu berada di Desa Banjarejo Sukodadi yang merupakan lahan kering terparah.

Baca Juga: Ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis tentang Mencintai Tanah Air dan Kemerdekaan

Sekarang, mereka bisa bertanam untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan.

"Berkat adanya pompanisasi petani tidak kesulitan lagi mendapatkan air untuk pertanian di musim kedua ini," katanya.

Saat ini, Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan terus gencar melakukan upaya-upaya pendampingan untuk membantu berbagai kesulitan petani di Lapangan.

"Para petani di sini (Lamongan) sudah mendapat manfaat dari kegiatan Irigasi perpompaan ini," kata Wahyudi.

Sejauh ini, Kabupaten Lamongan masih menempati urutan pertama potensi, realisasi maupun presentasi PAT perpomaan di Jawa Timur.

Adapun, total target di Lamongan mencapai 17.958.00, realisasi 21.048,60 dan presentasi sebesar 117,2 persen.

Baca Juga: Viral Mahasiswa UGM Bunuh Diri, Apa Hukum Bunuh Diri dalam Islam?

"Kami optimis Kabupaten Lamongan mampu mencapai target PAT 100 persen," ujar Wahyudi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa program pompa merupakan upaya cepat pemerintah dalam mendongkrak produksi nasional di tengah cuaca ekstrem El Nino terparah sepanjang sejarah.

Diketahui, kekeringan tahun ini memiliki dampak signifikan bagi sektor pertanian terutama pada penurunan produksi pangan.

"Pompa menjadi solusi cepat untuk menangani El Nino karena bisa membantu petani menanam dan berproduksi secara cepat dan maksimal. Artinya, dari yang tadinya satu kali bisa tiga kali dalam satu tahun," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK