Akurat

Bahas Pemekaran dan Pariwisata Nias, GP4KN Bakal Diskusi Bareng Yasonna Laoly dan Sandiaga Uno

Mukodah | 16 Juli 2024, 17:32 WIB
Bahas Pemekaran dan Pariwisata Nias, GP4KN Bakal Diskusi Bareng Yasonna Laoly dan Sandiaga Uno

AKURAT.CO Gerakan Pemuda Pelopor Pro-Pembangunan Kepulauan Nias (GP4KN) akan menggelar diskusi dan talkshow bertajuk "Menakar Peluang Kepulauan Nias Menjadi Provinsi Baru Melalui Sektor Pariwisata."

Acara itu akan berlangsung pada Sabtu, 20 Juli 2024, di Hotel Ciputra, Jakarta.

Rikardus Sihura selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan itu berangkat dari hasil evaluasi pihaknya terkait dengan dunia pariwisata hari ini yang berbeda jauh dari beberapa dekade lalu.

"Jadi, kegiatan ini sebenarnya lahir dari hasil diskusi internal GP4KN yang menyoroti soal pariwisata di Kepulauan Nias. Kami menilai bahwa perlu memulihkan dan membangkitkan kembali kondisi pariwisata seperti era 1990-an, saat itu Kepulauan Nias menjadi tempat favorit wisatawan mancanegara," jelasnya melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (16/7/2024).

Baca Juga: Emas ASG Jadi Modal Timnas Basket Putra U-18 Kejar Hasil Terbaik di Kualifikasi SEABA

"Nah, perlu menjadi catatan penting bagi kita semua bahwa seharusnya mengadopsi suasana pariwisata pada tahun 90-an, di mana pemanfaatan teknologi dalam promosi objek wisata oleh pemda seharusnya lebih mudah. Berbeda dulu, akses teknologi sangat terbatas, apalagi di daerah," ujar Rikardus.

Rikardus juga membandingkan kemajuan pariwisata di Kepulauan Nias sebelum dan setelah wilayahnya dibagi menjadi empat kabupaten dan satu kota.

"Dulu, ketika Kepulauan Nias ini masih menjadi satu kabupaten, kemajuan objek wisatanya sangat masif sekali. Seharusnya, dimekarkannya menjadi empat kabupaten satu kota ini lebih memudahkan untuk fokus kemajuan di masing-masing daerah administratif," katanya.

Rikardus menyinggung soal industri pariwisata di daerah lain yang mengalami kemajuan karena kepedulian pemerintah provinsi.

Baca Juga: Gerindra Matangkan Nama-nama Potensial untuk Pilkada 2024

Ia menilai bahwa untuk membantu memudahkan pembangunan pariwisata di Kepulauan Nias dapat dilakukan jika daerah tersebut menjadi otonomi baru di Indonesia, yaitu menjadi sebuah provinsi.

"Dalam membangun pariwisata di Kepulaun Nias ini dapat didukung secara masif sebenarnya jika menjadi provinsi. Karena, kalau kita bisa melihat daerah-daerah lainnya yang mengandalkan potensi pariwisata, misalnya Bali dan NTB, ini kan pembangunananya sangat cepat karena kerja-kerjanya fokus, terarah, terorganisir dan aksesnya langsung ke pemerintahan pusat," terangnya

"Lalu yang menjadi persoalan kita adalah ketika isu pemekaran ini semakin menguat, ternyata kita tidak siap untuk menyambut itu. Misalnya adalah sumber daya manusia kita sudah mumpuni tapi aksestabilitas ke tempat-tempat wisatnya justru tidak memadai. Atau, fasilitas pemanfaatan teknologi kita tersedia tapi kita masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengembangkan pariwisata. Jadi, persoalan-persoalan ini akan menjadi pembahasan juga nantinya," lanjut Rikardus memaparkan.

Atas persoalan itu, GP4KN sepakat untuk mengadakan diskusi dengan mengundang Yasonna H. Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM sekaligus tokoh dari Kepulauan Nias, juga Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Gus Dur dan Gus Yahya Pernah ke Israel, Ini Tanggapan PBNU

"Tidak hanya itu, kami juga mengundang seluruh kepala daerah Se-Kepulauan Nias selaku pembuat dan yang mengevaluasi kebijakan pariwisata. Namun beberapa saja yang terkonfirmasi hadir karena terbentur dengan agenda lainnya," ucap Rikardus.

"Kita semua berharap agar dalam talkshow ini dapat menghasilkan sebuah formula yang tepat dalam memajukan pariwisata Kepulauan Nias, baik dalam pembangunan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK