Akurat Logo

Gus Dur dan Gus Yahya Pernah ke Israel, Ini Tanggapan PBNU

Fajar Rizky Ramadhan | 16 Juli 2024, 17:14 WIB
Gus Dur dan Gus Yahya Pernah ke Israel, Ini Tanggapan PBNU

AKURAT.CO Kunjungan lima Nahdliyyin ke Israel menemui Presiden Israel menuai kritik keras dari PBNU.

Tidak hanya dari PBNU, berbagai elemen masyarakat juga ikut mengecam kehadiran lima orang warga NU itu yang dinila telah menyakiti hati masyarakat.

Lalu bagaimana dengan Gus Dur dan Gus Yahya (Ketum PBNU) yang juga pernah berkunjung ke Israel? 

Seperti diketahui, pada tahun 2018, Gus Yahya, yang saat itu menjabat sebagai Katib Aam PBNU dalam pimpinan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, menghadiri konferensi American Jewish Committee (AJC) di Israel.

Sementara itu, Rabin pernah mengundang Gus Dur ke Israel untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian damai Israel-Yordania. 

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan bahwa kelima pemuda NU itu bukan Gus Dur dan Gus Yahya. 

Baca Juga: Pandangan Islam Soal Sulam Alis

Ia menegaskan, Gus Dur dan Gus Yahya sebelum berangkat ke Israel berdiskusi dahulu dengan para kiai.

"Jadi Gus Dur dan Gus Yahya sebelum berangkat itu konsultasi berdiskusi dengan kiai-kiai, pulangnya mereka juga lapor dengan kiai-kiai memberikan penjelasan kepada kiai. Bedalah. Dan juga tidak dalam suasana perang di sana, tidak dalam suasana agresi yang nyata seperti ini, ya kan? Tidak dalam suasana peranglah, bukan agresi," kata Gus Ipul dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (16/7/2024).

Menurut Gus Ipul, saat ini kondisi di Palestina dan Israel sedang tidak baik dan melukai perasaan umat Islam.

"Sekarang ini kita tahu, sekarang ada suasana yang melukai perasaan kita, suasana yang enggak baik, itu aja," terang dia.

Seperti diketahui, sejak 7 Oktober 2023 saat dimulainya serangan masif Israel ke Gaza, lebih dari 38 ribu warga Gaza tewas — mayoritas anak-anak dan perempuan.



Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.