Akurat

Sekitar 300 KK Terdampak Erupsi Gunung Ruang Segera Direlokasi

Mukodah | 2 Mei 2024, 22:04 WIB
Sekitar 300 KK Terdampak Erupsi Gunung Ruang Segera Direlokasi

AKURAT.CO Pemerintah akan melakukan relokasi terhadap sekitar 300 kepala keluarga (KK) terdampak erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

Relokasi dilakukan ke wilayah yang dinilai lebih aman dari dampak erupsi gunung.

"Direlokasi ini tadi sudah ada kesepakatan untuk kesepakatan informal bahwa untuk wilayah yang ada akibat erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara. Karena itu, ada sekitar 300 kepala keluarga yang harus direlokasi," jelas Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Dia mengatakan, relokasi akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara, untuk relokasi skala kecil akan ditangani langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang, 7 Bandara Ini Ditutup Sementara

BNPB segera melakukan pendataan terhadap pemukiman yang terdampak erupsi. Setelah mendapat kepastian data, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan menetapkan rehabilitasi dan rekonstruksinya.

"Kalau dipandang aman, tinggal akan ada perbaikan-perbaikan, baik perbaikan rusak ringan, sedang sampai berat. Dan itu sudah ada skema pembiayaannya atau direlokasi," ujar Muhadjir.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah, menambahkan bahwa telah menyiapkan skenario mengenai tempat relokasi, di antaranya Manado dan Minahasa Utara sesuai rekomendasi pemerintah provinsi.

"Insya Allah bisa kami lakukan. Sebagaimana dulu juga pernah kami ditugaskan untuk Lumajang itu dua ribu rumah selesai dalam empat-lima bulan," jelasnya.

Baca Juga: Tak Ada Tsunami, Gunung Ruang 944 Kali Gempa dalam Sehari

Zainal berharap kepastian relokasi dapat mengurangi kecemasan para korban bencana.

"Dan mereka bisa hidup lebih layak sesegera mungkin," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK