Akurat

Sumatera Terus Membaik, Lebih Separuh Daerah Terdampak Bencana Masuk Fase Transisi

Ahada Ramadhana | 30 Desember 2025, 11:00 WIB
Sumatera Terus Membaik, Lebih Separuh Daerah Terdampak Bencana Masuk Fase Transisi

AKURAT.CO Penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat menunjukkan progres signifikan.

Lebih dari separuh kabupaten/kota terdampak kini telah beralih dari fase tanggap darurat ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, memaparkan kondisi terkini status penanganan bencana alam.

Di Provinsi Aceh, sebanyak tujuh kabupaten/kota telah masuk fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, sementara 11 kabupaten/kota masih berada dalam status tanggap darurat.

Di Provinsi Sumatera Utara, delapan kabupaten/kota memasuki fase transisi dan delapan kabupaten/kota lainnya masih tanggap darurat.

Adapun, di Provinsi Sumatera Barat, 10 kabupaten/kota telah masuk fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi, dan tiga kabupaten/kota masih tanggap darurat.

Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah sebelum memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh.

Dalam pemulihan layanan dasar, pemerintah terus mempercepat distribusi dan pengoperasian genset, mobil penjernih air, truk tangki air, sumur siap pakai, toilet darurat, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Untuk akses telekomunikasi, jaringan telah kembali normal di 14 kabupaten/kota.

Baca Juga: Pembersihan Kayu Limbah Bencana di Aceh dan Sumut Terus Berlanjut

"Untuk wilayah yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah telah menambahkan 280 unit Starlink dan terus melakukan percepatan pemulihan jaringan," kata Pratikno, dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Di sektor kesehatan, pengiriman relawan ke daerah-daerah terisolir terus dilakukan dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, bedah minor, dan trauma healing. Seluruh RSUD di wilayah terdampak telah beroperasi kembali.

"Dari 867 puskesmas yang terdampak, saat ini tersisa delapan puskesmas yang masih dalam tahap pemulihan dan terus dilakukan percepatan," ujar Pratikno.

Pada sektor pendidikan, tercatat sekitar 3.700 sekolah terdampak bencana. Pemerintah telah mempersiapkan agar proses kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung mulai 5 Januari 2026.

Sebanyak 587 sekolah masih dalam proses pembersihan dan ditargetkan selesai sebelum tanggal tersebut, sementara 54 sekolah akan melaksanakan proses belajar mengajar di tenda.

Terkait pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak telah berjalan. Hingga 28 Desember 2025, sebanyak 1.050 unit huntara telah mulai dibangun dan sebagian telah selesai, terdiri atas 450 unit yang dibangun oleh BNPB bersama pemerintah daerah dan 600 unit yang dibangun melalui dukungan Danantara.

Untuk sektor ekonomi, pemerintah terus mendorong pemulihan aktivitas masyarakat melalui pengoperasian kembali pasar-pasar tradisional. Di Provinsi Aceh, 18 dari 112 pasar terdampak telah kembali beroperasi. Di Provinsi Sumatra Utara, 46 dari 47 pasar terdampak telah beroperasi.

"Di Sumbar, dua dari tiga pasar terdampak telah mulai beroperasi. Pemerintah akan terus mempercepat pemulihan ekonomi rakyat melalui penataan infrastruktur dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga," ujar Pratikno.

Menurutnya, pemerintah secara rutin menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana sebagai bentuk akuntabilitas publik dan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat terdampak.

Baca Juga: Akhir Tahun Banyak Terjadi Bencana Gempa Bumi, Ini Solusi Al-Qur’an Atasi Musibah

"Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh unsur pemerintah terus mengerahkan segala daya upaya untuk percepatan penanganan pascabencana," kata Pratikno.

Dia juga menekankan bahwa kerja pemerintah tidak berdiri sendiri, melainkan diperkuat oleh dukungan luas masyarakat. Ssecara khusus, dia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan relawan, aparatur negara dan sektor swasta yang bekerja tanpa kenal lelah di lapangan.

Kekuatan solidaritas sosial menjadi fondasi penting dalam pemulihan wilayah terdampak.

"Kami mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, relawan. Juga jajaran TNI Polri, ASN pusat dan daerah, serta para pekerja swasta yang bekerja keras dalam penanganan bencana ini. Gerakan kemanusiaan masyarakat dan relawan adalah kunci penting untuk memulihkan Sumatera," demikian Pratikno.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK