Akurat

Masyarakat Dilarang Memasuki Dua Kampung di Kaki Gunung Ruang

Mukodah | 25 April 2024, 22:11 WIB
Masyarakat Dilarang Memasuki Dua Kampung di Kaki Gunung Ruang

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melarang siapa pun memasuki Kampung Pumpente dan Kampung Laingpatehi, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, yang berada di kaki Gunung Ruang atau radius 4 kilometer.

Deputi Logistik Peralatan BNPB, Lilik Kurniawan, menjelaskan, saat ini BNPB terus mendampingi Pemkab Sitaro meskipun status aktivitas vulkanik Gunung Ruang turun dari Awas (level IV) menjadi Siaga (level III).

Penurunan status berlaku sejak Senin (22/4/2024) pukul 09.00 WITA.

Pendampingan BNPB kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro di antaranya untuk memastikan keselamatan warga, khususnya yang tinggal di Pulau Ruang.

Baca Juga: Tak Ada Tsunami, Gunung Ruang 944 Kali Gempa dalam Sehari

BNPB bersama BPBD Provinsi Sulut dan BPBD Kabupaten Sitaro menggunakan kapal motor memantau langsung daerah yang sudah dipasang rambu. Pada pemantauan dari atas kapal, masih terlihat penduduk setempat yang menyelamatkan barang-barang dari sisa erupsi Gunung Ruang.

"Rambu atau tanda larangan tersebut merupakan sarana sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memasuki lagi Kampung Pumpente dan Laingptehi yang masuk dalam radius kawasan rawan bencana," kata Lilik melalui keterangan resmi, Kamis (25/4/2024).

Menurut Lilik, Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro telah membentuk tim verifikasi data pengungsi yang melibatkan organisasi perangkat daerah terkait dan kapitalau (kepala desa) untuk mendata pengungsi. Hasilnya ada 14.045 jiwa terdampak dengan rincian 6.842 laki-laki dan 7.044 perempuan.

Sedangkan di pengungsian, total warga mengungsi sebanyak 6.125 orang dengan rincian 2.943 laki-laki dan 3.182 Perempuan yang tersebar di 13 titik.

Penanganan pengungsi selanjutnya akan dipisahkan menjadi dua bagian. Pengungsi yang berasal dari Pulau Ruang akan dikumpulkan dalam satu tempat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK).

Sedangkan pengungsi yang berasal dari Pulau Tagulandang tersebar di rumah sanak famili atau masih bertahan di rumahnya.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Ditutup Sementara

Kendala yang dihadapi pada pengungsian tersebar di rumah saudara atau rumah sendiri antara lain atap yang berlubang akibat lontaran batu erupsi Gunung Ruang pekan lalu.

Sampai saat ini tercatat kerugian materiil yang terdampak antara lain 3.331 unit rumah, 31 unit sarana ibadah, 11 unit perkantoran, 21 unit sarana pendidikan dan lima unit sarana kesehatan. Sementara jumlah rumah mengalami kerusakan sebanyak 363 unit.

Saat ini gudang di Dermaga Tagulandang sudah dilakukan pembersihan dan pembenahan yang dilakukan oleh BPBD dan Korem setempat.

Gudang dipakai untuk memindahkan bantuan logistik dan peralatan dari BLK yang sebelumnya menjadi gudang dan saat ini akan disiapkan untuk lokasi pengungsian.

Bantuan BNPB tahap pertama yang sudah diserahkan ke pemerintah daerah antara lain dana operasional siap pakai Rp350 Juta, seng 10.000 lembar, tenda pengungsi lima set, tenda keluarga 100 unit, light tower empat unit, genset empat unit, sembako 300 paket, makanan siap saji 300 paket, hygiene kit 300 paket, matras 300 dan selimut 300 lembar.

Kemudian kasur lipat 150 lembar, masker 300 boks, velbed 50 unit, toilet portabel 10 paket, survival kit pengungsi 300 paket dan terpal sebanyak 320 lembar.

Saat ini bantuan tahap kedua sedang berada dalam perjalanan pengiriman ke Tagulandang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK