AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melayangkan surat panggilan terhadap Penjabat (Pj) Gubernur NTB, H Lalu Gita Ariadi.
Surat tersebut disampaikan untuk meminta keterangan Gita soal kehadirannya di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Bawaslu NTB sudah melayangkan dua kali surat panggilan terhadap Gita. Surat pertama dilayangkan pada 16 April 2024 kemudian surat kedua pada Senin 22 April 2024.
Namun hingga kini, Bawaslu NTB mengklaim bahwa Gita belum menghadiri panggilan itu.
Baca Juga: Tiga Anggota TNI Tersambar Petir Saat Berteduh di Depan Mabes Cilangkap, Sudah Mendapatkan Perawatan
"Sudah bersurat untuk meminta klarifikasi kehadiran dia politik praktis sampai demonstrasi dilakukan teman-teman kemarin, sampai per hari itu (Senin)," kata Anggota Bawaslu NTB, Umar Ahmad Seth, Rabu (24/4/2024).
Bawaslu, kata Umar, menurut rencana akan meminta keterangan Gita terkait kehadirannya di DPP Partai Golkar dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar NTB.
Diketahui, kabarnya Gita merupakan salah satu tokoh yang namanya masuk rekomendasi Golkar untuk Pilgub NTB 2024. Sementara status Lalu Gita sendiri masih sebagai ASN.
Kehadiran Gita di agenda Partai Golkar itu menuai sorotan. Sebab Gita hadir mengenakan pakaian dengan warna kuning, atau warna kebesaran Golkar.
Baca Juga: Pj Gubernur Agus Fatoni: Pemda Bisa Manfaatkan Dana BTT untuk Kondisi Darurat
Bawaslu NTB menilai tindakan itu sepatutnya tidak dilakukan karena kehadirannya di partai tidak ada kaitannya dengan jabatan sebagai Pj Gubernur.
"Kami mau tanya, publik menyoroti aktivitas yang dilakukan Pj, kita akan melakukan itu. Kalau tidak hadir, kami akan bikin telaahnya berdasarkan berita-berita," kata Umar.
Telaah dimaksud akan disampaikan Bawaslu NTB ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Umar mengungkap tidak ada batas pemanggilan Lalu Gita untuk diperiksa.
Sementara itu, Gita mengaku belum menerima surat pemanggilan pemeriksaan dari Bawaslu.
"Mana suratnya, belum saya terima. Nanti saya lihat, belum sampai meja saya suratnya. Kalau sudah terima suratnya saya siap memberi keterangan," kata Gita.
Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga Acuan BI, Disinsentif Pertumbuhan Ekonomi
Gita menegaskan, tidak ada pelanggaran netralitas sebagai ASN hadir di DPP Partai Golkar. Justru ia mempertanyakan pihak yang menuding dirinya berpolitik praktis.
"Saya pembina politik di daerah. Masa saya haram bicara dengan partai politik. Mana saya berpihak sektarian? Yang tidak boleh itu berpihak sektarian," tegasnya.
Gita mengungkapkan bukan saja Golkar yang meminang dirinya untuk maju pada Pilgub NTB 2024.
Tetapi ada sejumlah partai politik. Namun, saat ini sejumlah partai politik tersebut masih melakukan survei terkait calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilgub NTB 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan








