Geram Limbah Kandang Babi, Warga Desa di Tabanan Bakal Unras Saat Pilpres

AKURAT.CO - Warga Desa Geluntung, Tabanan, Bali berencana melakukan unjuk rasa (unras). Hal itu terkait persoalan limbah kandang babi yang dirasa mengganggu warga.
Berkisar di bulan Desember 2021, berawal dari ternak ayam berlokasi di depan setra Geluntung. Pemilik diduga adalah seorang pejudi tajen. Selanjunya pada Oktober 2022 mulai ada pembangunan kandang babi dengan cara diam-diam berkedok kandang ayam yang dilakukan dengan pembuangan limbah ke sungai.
Hal itu mengakibatkan persawahan gagal panen, bau menyengat ,dan kandang babi yang tanpa ada batas tembok dari jalan raya serta suara bising teriakan babi dan lalat semakin banyak.
Selanjuatnya warga banjar mengadakan peparuman desa dengan mengundang pemilik kandang dihadiri oleh Babin Polsek Narge, perbekel desa Geluntung, kepala lingkungan dan warga masyarakat pada tangga 21 september 2023.
Didapat kesepakatatan akan menghabiskan sisa bibin dan meminta waktu sampai Januari 2024 dan akan bersedia membongkar dan menutup usaha ternak babi tersebut.
Namun kesepakatan ini dilanggar oleh pemilik kandang yang notabene bukan penduduk asli. Selanjutnya warga bersurat ke dinas lingkungan hidup tabanan, satpol pp tabanan, dan pihak kepolisian polres tabanan.
Warga yang geram karena tidak ada tindakan tegas dari aparat akan berunjuk rasa ke kantor dinas lingkungan hidup, dan akan melakukan orasi damai pada saat pencoblosan di tanggal 14 februari dengan mendatangi kandang babi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









