Status Siaga, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar hingga Jarak 2000 Meter

AKURAT.CO Gunung Merapi di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali mengeluarkan guguran lava pijar pada periode Selasa (12/12/2023), pukul 00.00-06.00 WIB.
Hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 16 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter. Lalu teramati lima kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter dan terdengar tiga kali suara guguran dengan intensitas kecil hingga sedang dari Pos Babadan.
BPPTKG juga mencatat terjadi 43 guguran dengan amplitudo 3-64 mm dengan durasi 31.08 sampai 209.2 detik.
Pengamatan meteorologi mencatat cuaca cerah di sekitar Gunung Merapi saat ini. Angin bertiup tenang ke arah Barat. Suhu udara sekitar 15-20 derajat Celcius dengan kelembaban udara 71-95 persen dan tekanan udara 768-919 mmHg.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi pada sekitar 25 meter di atas puncak kawah.
Baca Juga: Perbedaan Gunung Marapi dan Gunung Merapi, Dua Pesona Alam Indonesia di Tempat Berbeda
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.
Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Di sektor Tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
Lontaran material vulkanik diperkirakan akan menjangkau radius 3 kilometer dari puncak kawah apabila terjadi letusan eksplosif.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Selain juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Gunung Merapi, Penuh Cerita Mitos
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









