Akurat

Gunung Semeru Erupsi, Rawan Lontaran Batu Pijar

Mukodah | 13 Mei 2025, 08:48 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Rawan Lontaran Batu Pijar

AKURAT.CO Gunung Semeru, yang berada di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer di atas puncak Mahameru pada Selasa (13/5/2025) pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 13 Mei 2025, pukul 04.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter atau satu kilometer di atas puncak," jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, dalam laporan tertulis.

Kolom abu Gunung Semeru teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat.

Baca Juga: Penutupan Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang Akibat Cuaca Buruk

Erupsi terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 165 detik.

Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), sebelumnya erupsi pada Selasa pukul 00.23 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau 4.276 mdpl.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik," kata Yadi.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi 16 Kali dalam Sehari, Kolom Abu Mencapai 700 Meter

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi terkait status Gunung Semeru yang masih Waspada atau Level II.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara pada sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak gunung.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, Abu Vulkanik Setinggi 1.100 Meter Meluncur

"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujar Yadi.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat. Serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Tidak Berdampak pada Aktivitas Warga

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK