Akurat

GMC Gandeng Kelompok Tani dan Gelar Latihan Sambung Pucuk Bibit Cokelat

Arief Rachman | 8 Desember 2023, 09:40 WIB
GMC Gandeng Kelompok Tani dan Gelar Latihan Sambung Pucuk Bibit Cokelat

AKURAT.CO Ganjar Milenial Center (GMC) melanjutkan agenda positifnya bersama masyarakat luas.

Kali ini, GMC Sulteng mengadakan pelatihan sambung pucuk bibit cokelat bersama kelompok tani dan kaum milenial, mahasiswa UIN Datokarama Palu, Universitas Muhammadiyah Palu, dan Universitas Tadulako.

"Ganjar Milenial Center (GMC) sukses menggelar pelatihan sambung pucuk bibit cokelat di Desa Saloya, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah," ujar Muamar Khadafi selaku Koordinator Wilayah GMC Sulteng dalam siaran persnya, Jumat (8/12/2023).

Menurut Khadafi, dengan adanya pelatihan itu diharapkan kelompok tani dan kaum milenial dapat terlatih dalam melakukan sambung pucuk tanaman cokelat.

Baca Juga: Bolehkah Debat Kusir dalam Mendukung Pilihan Politik?

"Kami belajar perbaikan tanaman cokelat yang tidak berproduksi melalui peremajaan atau rehabilitasi. Dengan mengikuti pelatihan diharapkan milenial serius dan mau mempraktekan apa yang didapatkan di lapangan (kebun) masing-masing," ujar dia.

Tak lupa, para sukarelawan dari kalangan anak muda itu turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo dan Mahfud MD kepada para warga dan peserta.

"Dengan adanya kegiatan ini kami harap dukungan kepada pasangan capres-cawapres nomor urut tiga bisa terus meningkat," kata Khadafi.

Sementara Muhammad Iqra, salah satu peserta menyambut positif pelatihan yang diadakan GMC Sulteng tersebut.

Baca Juga: 3 Penghalang Terkabulnya Doa, Wajib untuk Dihindari!

"Kegiatan ini semoga menjadi program rutinitas yang diadakan oleh kawan-kawan Ganjar Milenial Center Sulawesi Tengah, sehingga dengan sendirinya akan menjadi penyemangat untuk tetap menjalin kebersamaan dan bersinergi dalam membantu program pemerintah," ujar dia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.