Mahathir Mohamad: Pemalsuan Dokumen Pemain Dilakukan oleh Orang yang Merasa Berada di Atas Hukum

AKURAT.CO, Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, akhirnya angkat suara soal isu pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi tim nasionalnya.
Dalam program bincang dengan salah satu media Malaysia, Sinar Daily, Kamis (9/10), Mahathir Mohamad mengatakan bahwa hal tersebut adalah kecurangan yang disengaja yang dilakukan oleh orang yang “merasa” berkuasa.
“Saya kira ini adalah usaha yang disengaja untuk melakukan kecurangan,” kata Mahathir Mohamad.
“Saya malu bahwa ada orang yang melakukan kecurangan tidak hanya di dalam Malaysia tetapi secara internasional karena tim tersebut bermain melawan Vietnam.”
Baca Juga: Pelatih Timnas Malaysia Salahkan FAM Dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Naturalisasi, Bela TMJ
Lebih jauh lagi, politisi senior yang sudah berusia 100 tahun itu tak setuju bahwa kasus yang berdampak pada sanksi FIFA terhadap Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi tersebut adalah “sabotase”.
“Tidak, ini bukan sabotase terhadap Malaysia. Ini adalah seseorang yang berpikir bahwa dia bisa selamat dengan melakukan hal yang salah karena dia berada di atas hukum,” kata Mahathir.
Meski Mahathir tak menyebut secara jelas siapa sosok tersebut, bantahannya dengan mudah mengarah pada figur Tunku Ismail Bin Sultan Ibrahim yang merupakan Pangeran Kerajaan Johor.
Pasalnya, sosok yang juga dikenal dengan sapaan TMJ ini adalah orang yang kali pertama mewacanakan sabotase terhadap Malaysia sejurus selepas FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi terlibat pada 25 September silam.
Baca Juga: Mendagri Malaysia Tegaskan Pelanggaran Statuta FIFA Soal 7 Pemain Naturalisasi Urusan FAM
Tuduhan TMJ ketika itu mengarah pada dua pihak, yakni Indonesia dan Vietnam. Terutama Indonesia dengan menyebut “siapa yang berada di New York” sekaligus memuat foto Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di akun Instagramnya.
Ucapan “siapa yang berada di New York” dimaknai diarahkan pada pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di sela Sidang Umum PBB beberapa hari sebelum sanksi FIFA dijatuhkan kepada Malaysia.
Isu ini semakin berkait dengn TMJ karena ia merupakan orang yang disebut menjadi pelopor kebijakan naturalisasi dalam setahun terakhir untuk Timnas Malaysia.
Mahathir Mohamad menyebut bahwa sikap “pilih-pilih” aparat hukum Malaysia turut memberikan jalan bagi sosok berkuasa tersebut untuk melakukan apa yang disebutnya sebagai kebohongan.
“Secara internasional, ketika Anda bersiap untuk melakukan kebohongan, merekayasa hal-hal untuk memberikan semua informasi yang salah, maka itu hanya bisa dilakukan oleh seseorang dengan kuasa,” kata Mahathir.
“Seseorang yang memiliki pengaruh yang sangat kuat dan karena pengaruh itu dia meyakini dia bisa selamat dengan hal itu, dan itulah yang dia lakukan. Tetapi kita belum bisa mengidentifikasi siapa.”
FIFA sejauh ini sudah menjatuhkan sanksi denda 350 ribu Swiss Franc terhadap FAM dan 2.000 Swiss Franc serta larangan beraktifitas di sepakbola selama 12 bulan terhadap 17 pemain terlibat.
Tujuh pemain itu adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









