Piala Presiden: LIB Buka Opsi Undang Klub Pemain Timnas Indonesia di Luar Negeri

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, angkat suara mengenai rencana perhelatan Piala Presiden 2025. Ferry membuka wacana Piala Presiden mendatang mengundang tim luar negeri yang diperkuat pemain Timnas Indonesia.
Namun memang Ferry Paulus mengatakan bahwa Piala Presiden 2025 masih dalam tahap pembahasan. Termasuk soal jumlah peserta dan tim mana saja yang nantinya akan ikut ke turnamen.
“Piala Presiden yang pasti bocoran terakhirnya klub-klub yang akan ikut di dalam Piala Presiden masih dalam proses, entah bidding atau konfirmasi,” ucap Ferry Paulus di Kantor LIB, Jakarta, Kamis (15/5).
“Yang pasti untuk tim lokalnya juara musim ini awalnya ada delapan, empat lokal dan empat tim dari luar."
Baca Juga: Erick Thohir Sebut Satu Klub Eropa Kasih Respons Tampil di Piala Presiden 2025
Ferry menambahkan bahwa PT LIB hanya sebagai operator. Oleh sebab itu masih menunggu pembahasan lanjutan dari PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia.
“Kemudian memang berkembang lagi beberapa kali ada pertemuan jadi satu luar dan lima lokal,” kata Ferry.
“Setelah itu kita belum ada update lagi. Kalau memang apapun keputusan kita sudah punya formula tersendiri."
Baca Juga: Piala Presiden 2024: Arema Raih Gelar Keempat Usai Menang Adu Penalti atas Borneo
Ferry menegaskan memang sempat ada opsi untuk mengundang klub seperti NEC Nijmegen yang memang diperkuat penggawa Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, atau Oxford United yang merupakan timnya Marselino Ferdinan dan Ole Romeny.
“Ide awalnya adalah agar pemain yang abroad bisa diperkenalkan bersama klubnya di sini (indonesia)," kata Ferry yang karib disapa FP itu.
“Karena kita percaya diri sekurang-kurangnya masuk ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
“Oleh karena itu Ketum PSSI (Erick Thohir) ingin memperkenalkan semua pemain yang ada yang tersebar di beberapa klub, misal Oxford United dan NEC Nijmegen."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









