Akurat

FIFA Selidiki Dugaan Video Cemoohan Rasisme Argentina Terhadap Pemain Prancis Dalam Perayaan Juara Copa America

Sulthony Hasanuddin | 18 Juli 2024, 16:25 WIB
FIFA Selidiki Dugaan Video Cemoohan Rasisme Argentina Terhadap Pemain Prancis Dalam Perayaan Juara Copa America

 

AKURAT.CO FIFA sedang menyelidiki sebuah video di media sosial yang menunjukkan anggota tim nasional Argentina menyanyikan lagu yang diduga mengandung unsur rasisme terhadap pemain Prancis.

Sebelumnya pada awal pekan ini, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan keluhan kepada badan pengatur sepak bola global atas video tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial terlihat para pemain Argentina menyanyikan lagu tentang keturunan Afrika yakni striker Prancis, Kylian Mbappe.

Video tersebut diunggah oleh penyerang Argentina, Enzo Fernandez, di media sosial Instagramnya selama perayaan juara Copa America setelah menang 1-0 atas Kolombia.

Baca Juga: PFA dan Pengacara HAM Tekan FIFA untuk Tangguhkan Israel Akibat 'Genosida' yang Dilakukan di Gaza

"FIFA menyadari video yang beredar di media sosial dan insiden ini sedang diselidiki," kata juru bicara FIFA dalam sebuah pernyataan, dikutip Kamis (18/7/2024).

"FIFA dengan tegas mengutuk segala bentuk diskriminasi oleh siapa pun, termasuk pemain, penggemar, dan pejabat," tambah badan tersebut.

Fernandez kemudian meminta maaf di media sosial pribadinya mengatakan bahwa dia terbawa suasana dalam perayaan tersebut.

"Lagu tersebut mengandung bahasa yang sangat ofensif dan tidak ada alasan untuk kata-kata ini," tulisnya.

Rekan setim Fernandez di Chelsea, Wesley Fofana, sebelumnya menyebut video tersebut sebagai rasisme yang tidak terkendali.

Baca Juga: Leny Yoro Pilih Manchester United, Real Madrid Gigit Jari?

Namun, Wakil Presiden Argentina, Victoria Villarruel, membela Fernandez dan tim, mengatakan bahwa dia tidak akan mentolerir tindakan negara kolonialis.

"Tidak ada negara kolonialis yang akan mengintimidasi kami karena sebuah lagu di lapangan atau karena mengatakan kebenaran yang mereka tidak ingin akui," tulis Villarruel di akun X-nya.

Baca Juga: Format Liga 2 2024-2025 sudah Disebar, Regulasi Pemain Asing Dibahas Pekan Ini

"Argentina adalah negara yang berdaulat dan bebas. Kami tidak pernah memiliki koloni atau warga negara kelas dua. Kami tidak pernah memaksakan cara hidup kami kepada siapa pun. Tetapi kami juga tidak akan mentolerir jika mereka melakukannya kepada kami. Enzo saya mendukungmu, (Lionel) Messi, terima kasih untuk semuanya! Orang Argentina selalu menjaga kepala tegak."

Kemudian pada Rabu, Kantor Presiden Argentina, Javier Milei, mengumumkan bahwa wakil sekretaris olahraga negara itu, Julio Garro, telah dipecat dari posisinya karena menyarankan  kapten Argentina, Messi, meminta maaf atas nyanyian tersebut.

"Kantor Presiden menginformasikan bahwa tidak ada pemerintah yang dapat mengatakan apa yang harus dikomentari, apa yang harus dipikirkan, atau apa yang harus dilakukan oleh Tim Nasional Argentina, Juara Dunia dan dua kali juara Amerika, atau kepada warga negara lainnya," tulis kantor kepresidenan dalam sebuah posting di X.

Baca Juga: TourDe France: Richard Carapaz Menangi Etape Pertamanya, Pogacar Masih Kuasai Klasemen

"Oleh karena itu, Julio Garro diberhentikan sebagai Wakil Sekretaris Olahraga negara tersebut."

Klub Fernandez, Chelsea, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa semua bentuk perilaku diskriminatif benar-benar tidak dapat diterima.

"Kami bangga menjadi klub yang beragam dan inklusif di mana orang dari semua budaya, komunitas, dan identitas merasa diterima," kata klub Liga Premier Inggris tersebut.

Mbappe dan pemain lain keturunan Afrika di tim Prancis mengalami pelecehan rasial di media sosial setelah kalah dari Argentina di final Piala Dunia 2022, yang mendorong seorang menteri kabinet senior Prancis untuk meminta FIFA menyelidiki insiden tersebut.

Baca Juga: ASEAN Championship: Timnas Indonesia U-19 Menang Besar, Indra Sjafri Minta Pemainnya tak Dipuji Berlebihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.