AKURAT.CO, Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) memutuskan untuk memecat pelatih yang membawa tim nasional mereka menjuarai Piala Dunia Putri Australia-Selandia Baru 2023, Jorge Vilda, pada Selasa (5/9).
Pemecatan ini disinyalir sebagai upaya untuk melakukan strukturasi ulang pasca kontroversi ciuman Presiden RFEF, Luis Rubiales, terhadap salah satu pemain Timnas Spanyol Putri, Jenno Hermoso, di podium juara Piala Dunia Putri di Stadion Australia, Sydney, Agustus lalu.
Jorge Vilda diketahui merupakan sekutu erat Luis Rubiales terutama sejak sang pelatih bertikai dengan 15 pemain yang menolak bermain untuk Timnas Putri Spanyol pada tahun lalu. Para pemain tersebut mengajukan protes karena menurutnya gaya kepelatihan Vilda mengganggu kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Berontak, 15 Pemain Timnas Putri Spanyol Minta Pelatih Jorge Vilda Dipecat
Ketika itu Rubiales mempertahankan Vilda dan hanya mengambil tiga dari 15 pemain yang menyatakan penolakannya terhadap sang pelatih. Jorge Vilda kemudian membawa Timnas Putri Spanyol menjadi juara Piala Dunia untuk kali pertama tahun ini.
Beberapa hari setelah pertandingan final Piala Dunia Putri, Luis Rubiales menegaskan penolakan untuk mundur dari jabatannya dalam kongres luar biasa RFEF. Ketika itu, Jorge Vilda memberikan tepuk tangan atas ucapan penolakan Rubiales.
Bukan hanya itu, Luis Rubiales bahkan menawari Jorge Vilda perpanjangan kontrak dan menaikkan gajinya dari 170 ribu Euro menjadi 500 ribu Euro per tahun. Sehari setelah pengajuan tawaran perpanjangan kontrak itu beredar di publik, Vilda menyatakan bahwa tindakan Rubiales terhadap Jenni Hermoso tak bisa diterima.
Baca Juga: Pelatih Timnas Putri Spanyol Sebut Aksi Cium Luis Rubiales Tak Pantas
Pun demikian, Luis Rubiales masih bertahan pada sikapnya untuk menolak mundur sampai saat ini. Desakan untuk melepaskan jabatan di RFEF datang dari segala penjuru termasuk FIFA, Perdana Menteri Spanyol, dan bahkan skuat Timnas Putri Spanyol.
Salah seorang pesepakbola terkemuka Spanyol, Guillem Balague, mengatakan bahwa perubahan di RFEF harus dimulai dari dalam organisasi itu sendiri. Namun, ada indikasi bahwa sejumlah kandidat pengganti Luis Rubiales sudah muncul ke permukaan.
“Ini adalah awal dari sesuatu yang baru. Masalahnya adalah, federasi adalah institusi swasta dengan uang publik, jadi perubahan institusional harus datang dari dalam,” kata Balague.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







