Luis Rubiales Disidang Kasus Pelecehan Seksual Hari Ini, Jenni Hermoso Hadir Bersaksi

AKURAT.CO, Mantan Presiden Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales, menjalani persidangan kasus pelecehan seksual pada hari ini di Pengadilan Tinggi Madrid, Spanyol, Senin (3/2).
Dilaporkan El Pais, persidangan di pengadilan yang dikenal dengan nama Audiencia Nacional itu menghadirkan eks penyerang Tim Nasional Putri Spanyol, Jenni Hermoso.
Hadir dengan setelan hitam-hitam, Jenni Hermoso bersaksi di depan juri sehubungan insiden ciuman yang dilakukan Luis Rubiales terhadapnya di podium juara Piala Dunia Putri 2023 di Sydney, Australia, 20 Agustus 2023.
Baca Juga: Eks Presiden RFEF Luis Rubiales akan Segera Disidangkan untuk Kasus Ciuman Jenni Hermoso
“Dia menarik saya secara berlebihan tanpa saya bisa merespons pada saat itu,” kata Jenni Hermoso.
“Saya merasa saya berada di luar konteks sama sekali. Saya tahu bos saya mencium saya. Dan itu tidak boleh terjadi, tidak juga harus terjadi, di lingkungan sosial manapun.”
Jenni Hermoso hadir ke pengadilan setelah melakukan perjalanan dari Meksiko. Saat ini, pesepakbola berposisi penyerang berusia 34 tahun tersebut bermain di untuk Tigres UANL di Liga Meksiko.
Sidang yang dijadwalkan berlangsung sampai 19 Februari 2025 ini memperkarakan Luis Rubiales yang dianggap mencium bibir Hermoso tanpa persetujuan sang pesepakbola.
Pada awalnya Rubiales membantah tuduhan tersebut dan menganggap aksi Hermoso sebagai “feminisme palsu”. Ia juga menolak mundur meski akhirnya tekanan publik memaksa eks pesepakbola itu meletakkan jabatannya pada 10 September 2023.
Jaksa menuntut Rubiales dengan hukuman satu tahun penjara karena serangan seksual atas ciumannya terhadap Hermoso. Ditambah satu setengah tahun atas aksinya memaksa Hermoso mengakui bahwa ciuman itu atas dasar suka sama suka.
Baca Juga: Eks Presiden RFEF Luis Rubiales Dituntut Hukuman 2,5 Tahun Penjara karena Cium Jenni Hermoso
Insiden Rubiales dianggap telah menodai kesuksesan Timnas Spanyol Putri menjuarai Piala Dunia 2023. Kemenangan di Australia merupakan sejarah baru karena untuk kali pertama Spanyol menjuarai Piala Dunia Putri.
Selain itu, kasus ini juga mengingatkan publik Spanyol dengan sejarah larangan bermain sepakbola bagi perempuan di negara tersebut di masa lalu. Terutama di masa kediktatoran Francisco Franco.
Pada saat yang sama, sukses Spanyol menjuarai Piala Dunia Putri dan insiden Luis Rubiales telah membuka pikiran publik tentang keterlibatan perempuan di sepakbola Spanyol.
“Ketika saya masih kecil, anak-anak perempuan bermain sepakbola adalah hal yang aneh, orang bilang, ‘oh, itu untuk anak laki-laki,’ atau ‘itu bukan mainan anak perempuan’,” kata salah satu pesepakbola muda putri Spanyol, Belen Peralta.
“Dan kini, Anda bisa pergi ke manapun dan Anda bilang, ‘saya pesepakbola,’ dan itu keren dan menarik.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









