Akurat

Serikat Klub Eropa Desak Luis Rubiales Mundur

Badri | 30 Agustus 2023, 14:43 WIB
Serikat Klub Eropa Desak Luis Rubiales Mundur

AKURAT.CO, Serikat Klub-Klub Eropa (UEC) meminta Presiden RFEF, Luis Rubiales, mundur dari jabatannya. Permintaan serikat yang terdiri dari 121 klub dari seluruh Eropa tersebut merupakan tekanan terbaru yang menuntut Rubiales meletakkan jabatan.

"Keseluruhan ekosistem sepakbola memiliki tanggung jawab untuk mengikuti kode perilaku profesional secara ketat dan memastikan bahwa sebarang bentuk pelecehan akan menjadi subyek tanpa toleransi," kata UEC sebagaimana dipetik dari The Guardian.

"Ini terutama diterapkan untuk mereka yang ada di jajaran kepemimpinan."

Dalam pernyataan resminya, UEC mendukung keputusan FIFA menangguhkan status Luis Rubiales dan melarang pria berusia 46 tahun itu melakukan aktifitas yang berhubungan dengan sepakbola selama 90 hari. Mereka juga menyatakan solidaritas atas sikap Tim Nasional Putri Spanyol yang menolak bermain selama Rubiales masih memimpin RFEF.

Baca Juga: Serikat Pemain Wakili Jenni Hermoso Minta Luis Rubiales Dihukum

"Dengan demikian UEC menyambut penangguhan Luis Rubiales dari sepakbola domestik dan internasional oleh FIFA sebagai respons awal yang memadai dan meminta ia mundur," kata UEC.

"Kami mendukung seluruhnya upaya yang sudah lama dilakukan Timnas Putri Spanyol untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan adil dan mendorong mereka untuk mengambil peluang ini untuk menyingkirkan seksisme dan misogini baik di struktur kepengurusan dan di lapangan."

Tekanan terhadap Luis Rubiales mengencang setelah mantan pesepakbola tersebut menyatakan menolak mundur dalam Kongres Luar Biasa RFEF, Jumat pekan lalu. Pernyataan itu disambut tepuk tangan di antaranya oleh pelatih yang membawa Timnas Putri Spanyol menjadi juara Piala Dunia Putri 2023, Jorge Vilda.

Baca Juga: Bela Putranya, Ibu Luis Rubiales Mogok Makan Di Gereja

Ciuman yang dilakukan Rubiales terhadap salah satu pemain Timnas Putri Spanyol, Jenni Hermoso, di podium juara Piala Dunia di Stadion Australia, Sydney, 20 Agustus lalu, dianggap sebagai simbol arogansi kelelakian dalam sepakbola putri. Statusnya sebagai presiden federasi salah satu negara sepakbola besar membuat kasus Luis Rubiales menjadi isu global.

Di Spanyol sendiri desakan mundur kepada Luis Rubiales datang dari berbagai pihak. Mulai dari Perdana Menteri Pedro Sanchez, skuat Timnas Putri, dan para pemimpin federasi sepakbola wilayah di seantero Spanyol.

Di area teknik, seluruh staf kepelatihan Timnas Putri Spanyol mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap Luis Rubiales. Di sisi lain, RFEF dikabarkan mempertimbangkan pemecatan Jorge Vilda yang dinilai sebagai sekutu Rubiales.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H