Akurat Logo

Dari Bayar Puluhan Miliar Sampai Dikecam, PSSI Tegaskan Ambil Risiko Memecat Shin Tae-yong

Endarti | 7 Januari 2025, 21:50 WIB
Dari Bayar Puluhan Miliar Sampai Dikecam, PSSI Tegaskan Ambil Risiko Memecat Shin Tae-yong
 

AKURAT.CO, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa PSSI mengambil semua risiko terkait keputusan memecat Shin Tae-yong sebagai Pelatih Timnas Indonesia.

“Misal pelatih lama (Shin Tae-yong) dipertahankan, tentu saat gagal di (kualifikasi) Piala Dunia pasti kan yang dimaki-maki orang memang pelatih lamanya? Tentu enggak, Pak Erick mengambil risiko itu,” buka Arya Sinulingga di GBK Arena, Jakarta, Selasa (7/1).

Arya Sinulingga menyebut bahwa PSSI bahkan harus membayar uang kompensasi sebesar puluhan miliar kepada Shin Tae-yong.

Baca Juga: Indonesia Disorot Dunia, Media Asing Pantau Pemecatan Shin Tae-yong dan Penunjukan Patrick Kluivert

“Dari sisi finansial puluhan m (miliar) lho yang harus kami bayar (uang kompensasi). Artinya itu pun kami tanggung dan itu pun risiko lho,” jelas Arya.

PSSI memang telah resmi memecat Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak Senin (6/1)

Keputusan PSSI melepas Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia menimbulkan pro dan kontra.

Baca Juga: PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia, Penggantinya Tiba di Indonesia 11 Januari

Arya mengatakan sejatinya PSSI bisa saja bermain aman dengan mempertahankan Shin Tae-yong.

Namun demi hal yang lebih besar, maka PSSI mengambil keputusan memecat Shin Tae-yong.

“Jadi kali ini tolonglah, dipercaya saja. Langkah kami ini bukan langkah biasa. Ini memang berat tapi harus kami ambil," kata Arya Sinulingga.

“Kalau mau popularitas gampang, kalau mau cari aman gampang, tapi ada hal yang besar yang harus kami kerjakan dan enggak ada untungnya. Untungnya cuma satu, yaitu untuk Merah Putih."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H