Ratu Tisha Tegaskan Naturalisasi Pemain Diaspora Satu Langkah Tactical Move Bukan Strategi Jangka Panjang!

AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Indonesia Sport Industry Summit 2024 yang bertema "Industri Olahraga Baik tantangannya dan Rencana Strategis yang akan Ditaklukkan di Masa yang akan Datang".
Indonesia Sport Summit 2024 digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) yang berlokasi di Senayan Park, Jakartam Jumat (18/10/24) malam.
Ratu Tisha pun yang mewakili Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mendapatkan pertanyaan mengenai pemain naturalisasi menjadi beban untuk Timnas Indonesia supaya berprestasi, Ratu Tisaha pun memberikan pandangannya.
Memang di Era Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sejak Februari 2023 lalu setidaknya terdapat 12 pemain Diaspora yang sudah dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Bahkan kabarnya jumlah ini masih akan terus bertambah.
“Beban, pastinya tidak. Ini adalah satu kebanggaan bagi kami dan kesempatan juga. Ketika itu datang level of play-nya yang lebih tinggi, otomatis persaingan kita juga harus ada di area yang lebih tinggi," ujar Ratu Tisha di Senayan Park, Jumat (18/10/24) malam.
"Itu menjadikan iklim dan suasana yang baik untuk atlet-atlet kita. Jadi, itu menjadi satu inspirasi dan harapannya bagi semua," jelas Tisha.
Tisha menjelaskan langkah PSSI melakukan naturalisasi pemain Diaspora adalah salah satu taktikal move atau langkah taktis dan bukan menjadi strategi jangka panjang.
“Jadi, terus terang, strategi dalam memenangkan pertandingan pastinya kita tahu semua, bahwa fondasinya harus dibangun, itu for sure," jelas Ratu Tisha.
"Kami punya rencana jangka panjang, kami juga punya jangka menengah dan pendeknya. Naturalisasi is always tactical move," jelas Ratu Tisha.
Ratu Tisha menjelaskan bahwa Ketua PSSI, Erick Thohir, tetap memprioritaskan pembinaan usia dini dengan memperbanyak instruktur dan meningkatkan jumlah kepelatihan.
"Jadi, ibaratnya ini bukan strategi jangka panjang, tetapi ini adalah tactical move. Pak Ketua PSSI juga terus mengarahkan untuk membangun fondasinya dari pembinaan di bawah," ungkap Ratu Tisha.
"Mulai instruktur yang bisa dijangkau di seluruh provinsi di Indonesia dan jumlah kepelatihan tidak hanya dobel, ataupun tripel, kami inginnya hampir 10 kali lipat. Ini atas bantuan dari Kemenpora juga, yang benar-benar mendukung program ini. Sebagai satu di antara program unggulan."
"Jadi, kita bisa lihat bahwa memang olahraga itu seyogyanya adalah memang tidak bisa dipungkiri, untuk meningkatkan kualitas itu memang perlu kompetisi," tukas Ratu Tisha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 6Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta







